Berita Banjarmasin

Alat Kampanye Ini Dibatasi KPU Banjarmasin, Ini Penjelasannya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin mengadakan pertemuan dengan perwakilan partai politik di Banjarmasin di Hotel Palm

Alat Kampanye Ini Dibatasi KPU Banjarmasin, Ini Penjelasannya
Banjarmasinpost.co.id/Mukhtar Wahid
ilustrasi/ baliho dan APK 

Besaran dan Jumlah APK Dibatasi, Ini Rinciannya

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarmasin mengadakan pertemuan dengan perwakilan partai politik di Banjarmasin di Hotel Palm, Kamis (11/10/2018).

KPU Kota Banjarmasin bersama partai politik membahas mengenai alat peraga kampanye (APK). Mulai dari batas waktu pengumpulan desain, hingga jumlah yang diperbolehkan.

Ketua KPU Kota Banjarmasin, Khairunizan, mengatakan jika APK yang difasilitasi oleh KPU Kota Banjarmasin hanya 10 baliho dan 16 spanduk masing-masing peseta pemilu.

Selain itu, desain dari masing-masing peserta pemilu di Banjarmasin paling lambat diserahkan ke KPU Kota Banjarmasin pada 18 Oktober mendatang pada pukul 16.00 Wita.

Baca: Daftar Sanksi Komdis PSSI untuk Arema FC Imbas Rusuh Suporter Arema FC vs Persebaya Liga 1 2018

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Selain difasilitasi oleh KPU, ada juga baliho yang boleh dicetak sendiri oleh peserta pemilu. Tentu dengan jumlah yang terbatas setiap peserta pemilu hanya boleh mencetak baliho sebanyak lima unit per kelurahan dan 10 unit spanduk per kelurahan. Ukurannya, 4x6 meter untuk baliho dan 1,5x5 sentimeter untuk spanduk.

Artinya, perserta pemilu masih boleh menyebar sendiri alat peraga kampenye di seluruh Kota Banjarmasin. “Yang jelas tidak boleh ditempat yang dilarang dalam PKPU dan Perda Kota banjarmasin. Contohnya tempat ibadah, tempat pendidkan, dan kantor pemerintahan,” jelasnya.

Lalu bagaimana, jika ada caleg ingin memasang spanduk atau baliho? Nizan sapaan akrabnya menjelaskan jika caleg harus berkoordinasi dengan partai politik. Karena yang diatur hanya untuk peserta pemilu.

“Kalau calegnya mau, tergantung partai politiknya. Yang jelas jumlahnya sesuai yang sudah ditetapkan,” katanya.

Selain alat peraga kampanye juga ada juga bahan kampanye seperti mug, pun, kalender, kaus, topi , dan lainnya. Untuk bahan kampanye tak ada pembatasan jumlah. Namun, yang dibatasi adalah harga hanya sebesar Rp 60 ribu per item barang. Hal ini diatur dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Baca: 8 Fakta Yuli Sumpil, Aremania yang Disanksi Komdis PSSI Terkait Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya

Baca: Reaksi Bos Arema FC Usai Kena Sanksi PSSI Imbas Laga Arema vs Persebaya Liga 1 2018 Rusuh

Pada pasal 30 ayat (2) berbunyi bahan kampanye sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dapat berbentuk: selebaran (flyer, brosur (leaflet), pamflet, poster, stiker, pakaian, penutup kepala, alat minum/makan, kalender, kartu nama, pin, alat tulis.

Selain itu, yang diatur adalah ukurannya sedangkan jumlahnya bebas. Selebaran, paling besar ukuran 8,25x21 sentimeter, brosur paling besar ukuran posisi terbuka 21x29,7sentimeter, posisi terlipat 21x10 sentimeter, pamflet paling besar ukuran 21x29,7sentimeter, poster paling besar ukuran 40x 60 sentimeter, dan stiker paling besar ukuran 10x5 sentimeter.

(banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help