ULM Menuju Akreditasi A

Asessor : ULM Masuk 24 Universitas yang Dapat Prioritas Dikti Meningkatkan Akreditasi B ke A

ULM termasuk salah satu dari 24 Universitas yang ada di Indonesia yang mendapat prioritas dari Dikti untuk mendapat pendampingan

Asessor : ULM Masuk 24 Universitas yang Dapat Prioritas Dikti Meningkatkan Akreditasi B ke A
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post Edisi Cetak Kamis (11/10/2018) Halaman 9 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Salah satu asessor, Prof DR Ir Johannes Hutabarat M Sc mengatakan, ULM termasuk salah satu dari 24 Universitas yang ada di Indonesia yang mendapat prioritas dari Dikti untuk mendapat pendampingan Bimbingan Teknis untuk meningkatkan akreditasinya dari B ke A.

"Maka itu kami ditugaskan oleh Dikti sampai seberapa jauh kesiapan rekan rekan yang ada di Univesrsitas ini untuk mempersiapkan dokumen dokumennya. Nanti kita lihat secara kita lihat progresnya," paparnya.

Adapun untuk mendapatkan akreditasi itu harus memenuhi tujuh standar di antaranya, visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi pencapaian. Kemudian, tata pamong, kepemimpinan, sistem pengelolaan, dan penjaminan mutu.

Termasuk yang tak kalah pentingnya adalah mahasiswa dan lulusan, sumber daya manusia, kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik, pembiayaan, sarana dan prasarana, serta sistem informasi dan penelitian, pelayanan/pengabdian kepada Masyarakat, dan kerjasama

Masih menurut asessor yang berasal dari Universitas Dipenogoro tersebut menyebutkan, bahwa BAN PT, akan lakukan bedah dilengkapi bukti dokumen baik SK, yang menujukkan di ULM ini sudah dijalankan dengan baik dan sesuai standar dari BANPT.

Baca: Sutarto Hadi Klaim Punya Modal B Gemuk, ULM Siap Raih Akreditasi A

Baca: Jadwal Denmark Open 2018 - Marcus/Kevin Jonatan Christie dan Anthony Ginting Main

"Olehkarena itu satu persatu dari standar itu, sistem yang diselenggarakan sudah berjalan dengan baik. Salah satunya yakni dari data Pamong, bagaimana kepemimpinan yang ada di sini, kepentingan operasional, kepentingan organisasi kepentingan publik apakah dijalankan dengan baik tidak. Selanjutnya tentang sistem penjaminan mutu mutu, apakah sudah melampaui standar nasional pendidikan tinggi," sebutnya.

Menurutnya, kemenristek Dikti, masih punya Standar Nasional (SN) dikti. "Maka kita mengacu kesana, kita akan sandingkan dengan Permenristekdikti. kalau ada kekurangan kekurangan itulah nanti yang akan diperbaiki. Kita juga lihat berapa jumlah standar Doktor, dosen dan Guru besar dan Dosen yang punya publikasi jurnal ilimiah standar international, yang terindek di jurnal Scoupus. Nah nanti kita lihat seberapa banyak dosen dosen yang mengindeks journal scopus," sebutnya.

Selain itu dari segi SDM, jumlah Guru Besar yang harus dimiliki PT Minimal 20 persen dari total dosen yang ada di Universitas, dan itu yang menjadi kejaran dari Perguruan Tinggi. (lis)

Standard Akreditasi
* Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran, serta Strategi Pencapaian
* Tata pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan mutu
* Mahasiswa dan Lulusan
* Sumber daya manusia
* Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik
* Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, serta Sistem Informasi
* Penelitian, Pelayanan/Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved