Banjarbaru Berinovasi

Darmawan Sambut Gerakan Saemul Undun, Program Pembangunan Pedesaan

Dalam rangka Workshop Peta Jalan Satu Desa Satu Industri Desa Membangun Indonesia (Saemul Undun)

Darmawan Sambut Gerakan Saemul Undun, Program Pembangunan Pedesaan
Humas Pemko Banjarbaru
Wakil Wali kota Banjarbaru H Darmawan Jaya dalam rangka Workshop Peta Jalan Satu Desa Satu Industri Desa Membangun Indonesia (Saemul Undun). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Wakil Wali kota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan menerima kedatangan Senior Instruktur Saemul Undun Mr Edward Douglas Shin dan rombongan di Aula Gawi Sabarataan.

Dalam rangka Workshop Peta Jalan Satu Desa Satu Industri Desa Membangun Indonesia (Saemul Undun)

Tampak Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan Kein Aris Mufti, Ketua Yayasan Indonesia Emas Erick Firmansyah Mufti, The Green Coco Island Prof Wirnu Giarjito, Ketua koperasi jasa Propesi Cipta Prima Sejahtera Hilmi Hasan, Totok Dewanto (dari Gapi), Kepala SKPD, Camat dan Lurah Kota Banjarbaru.

Darmawan Jaya Setiawan menyambut dan menyampaikan beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Banjarbaru, serta memperkenalkan 3F, Food, Fashion dan Fun.

Dia juga memperkenalkan Banjarbaru sebagai Kota yang berkarakter, religius, sopan santun dan selalu ramah kepada semua tamu yang datang di Banjarbaru.

"Dengan adanya gerakan Saemul Undun yaitu program untuk pembangunan pedesaan. Yang nanti kita aplikasikan pada pembangunan kelurahan-kelurahan yang ada di Banjarbaru. Kita sangat optimis, karena kita sudah memiliki modal partisipasi masyarakat yang sangat tinggi dalam membangun wilayahnya di Kota Banjarbaru," katanya .

Dengan memunculkan karakter agar kemajuan itu dari waktu kewaktu semakin meninggkat dan berkelanjutan. Intinya membentuk karakter ini lah yang nantinya akan meningkatkan pencapaian di masyarakat Kota Banjarbaru.

Ketua Kelompok Kerja Industri Pedesaan Kein Aris Mufti mengatajan tiga pengertian yang sangat penting menuju Satu Desa Satu Industri Desa Membangun Indonesia Kalimantan Selatan Kota Banjarbaru, yang pertama pantang menyerah yang kedua malu jadi benalu atau mandiri yang ketiga gotong royong.

"Saemul Undun itu di mulai dari pembentukan pendidikan karakter dan mental. Desa itu bangkit karena memiliki karakter pertama adalah pantang menyerah yang kedua malu jadi benalu atau mandiri yang ketiga gotong royong. Sehingga Saemul Undun itu melatih seseorang berkarakter tinggi," katanya. (*/AOL)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help