Berita HST

Ketua MUI HST Pimpin Istighosah Save Meratus, Plt Bupati HST Pun Hadir Bersama Warga HST

Berbagai kalangan tersebut berkumpul memanjatkan doa bersama menyelamatkan Meratus di HST dari aktivitas tambang batu bara.

Ketua MUI HST Pimpin Istighosah Save Meratus, Plt Bupati HST Pun Hadir Bersama Warga HST
Banjarmasinpost.co.id/Hanani
Kegiatan Istighosah Selamatkan Meratus yang diselenggarakan Walhi Kalsel bersama Gerakan Masyarakat Penyelamat Bumi Murakata di halaman Masdi Riyadussalihin, Kamis (11/10/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sekitar 150 orang terdiri ulama, masyarakat, aktivis lingkungan HST, Walhi Kalsel, serta jajaran Pemerintahan Kabupaten Hulu Sungai Tengah menghadiri kegiatan Istighosah menyelamatkan Meratus di Halaman Masjid Agung, Barabai, Kamis (11/10/2018).

Berbagai kalangan tersebut berkumpul memanjatkan doa bersama menyelamatkan Meratus di HST dari tambang batu bara, yang dipimpin Ketua MUI HST KH Wajihuddin Saleh.

Kegiatan doa bersama dimulai pukul 09.30, dengan zikir kemudian memanjatkan doa kepada Allah SWT, agar Bumi Murakata selalu diberkahi, dan terhindar dari segala bala bencana alam maupun kejahatan manusia. Selain Ketua MUI, juga hadiri sejumlah ulama lainnya, pemimpin Pondok Pesantren serta dai-dai Bumi Murakata.

Hadir pula Plt Bupati HST HA Chairansyah, Sekda HST HM Tamzil, Plt Kepala DInas Lingkungan Hidup dan Perhubungan M Yani serta jajaran pemerintahan lainnya. Sedangkan dari unsur aktivis lingkungan, antara lain Orpala Garimbas, Gerakan Masyarakat Penyelamat Bumi Murakata (Gembuk), serta komunitas pencinta sepak bola, Bartman Barabai, serta unsure masyarakat lainnya.

Baca: Dihadiri Ulama, Tak Satupun Anggota DPRD HST Ikuti Istighosah Selamatkan Meratus

Plt Bupati HST HA Chairansyah menyatakan, sikap pemerintah daerah tak akan berubah, tetap menolak ekspolitasi tambah di HST, sesuai aspirasi mayoritas masyarakatnya. Juga mendukung ikhriar yang dilakukan Walhi Kalsel, agar Kementerian ESDM mencabut izin produksi yang telah dikeluarkan melalui SK Nomor Nomor 441,K/30/DJB/2017 tentang izin operasi produksi tambang batu bara utuk PT Mantimin Coal Mining di Tabalong, Balangan dan HST.

“Sejak dulu pemerintah kabupaten HST tak pernah menyetujui izin analisa mengena dampak lingkungan (Amdal). Tapi anehnya izin produksi malah keluar. Itu yang memuat kami protes dan memohon dukungan semua pihak agar perjuangan Walhi Kalsel berhasil dan diridoi Allah SWT,”kata Chairansyah.

Sementaraa itu, Ketua Pelaksana Istighosah, Ali Fahmi,  mengatakan kegiatan ini bersifat partisifasif dan tidak ada unsur politis. Tapi murni gerakan masyarakat yang peduli kelangsungan kehidupan di Bumi Murakata. Gerakan ini bagian dari dukungan menolak tambang batu bara di HST,”katanya. Disebutkan kegiatan tersebut juga sesuai cirri masyarakat Kalsel yang damai, menghindari kericuhan aksi massa.

Baca: Si Cantik Nissa Sabyan Bikin Ribuan Penonton di Banjarbaru Turut Bershalawat

"Yang jelas bagian dari usaha menyelamatkan Meratus, yang Alhamdulillah mendapat dukungan para ulama, pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan HST , baik MUI HST, ormas NU dan Muhammadiyah,”kata Ali Fahmi.

Rahman warga Haliau Kecamatan Hantakan yang ikut hadir mengungkapkan, mendukungkomitmen masyarakat HST dan Pemkab untuk menolak tambang batu bara. APalagi, Meratus di HST satu-satunya di wilayah Kalsel yang masih terjaga dari tambang batu bara maupun perkebunan kelapa sawit.

“Sebagai pencinta Meratus kami dari Bartman Barabai juga mendukung upaya Walhi Kalsel yang menggugat pemerintah pusat, dan turut berdoa agar majelis hakim memihak pada rakyat HST,”kata Rahman.     

Keluarnya SK Menteri ESDM 4 Septemer 2017 lalu itu mengancam hutan Meratus HST , dan ada 37.000 tandatangan petisi penolakan . “Gerakan Msyarakat ini menghendaki Mertus tetap lestari tanpa penambangan batu bara dan perkebuna sawit. Sebab Meratus merupakan sumber kehidupan banyak jiwa, dimana Meratus memebrikan oksigen dan menyediakan air bagi manusia, Lebih 10.000 hektare lahan pertanian HST airnya bersumber dari Pegunungan Meratus,”kata Kepala Dinas LH dan Pehubungan.

Walhi Kalsel, yang juga bagian dari Gerakan #saveMeratus telah menempuh jalur hukum menggugat MenterI ESDM dan PT MCM.

“Tuntutan kami izin tambangnya dicabut Meratus HST harus bebas dari tambag batu bara dan Sawit sesuai aspirasi masyarakat yang didukung pemerintahanya,”kata  DIrektur Eksekutf Walhi Kalsel Kisworo Dwi Cahyono.

Dia menegaskan gugatan tersebut adalah gugatan lingkungan. “Sam[ai sekarang sudah 17 kali sidang, 22 Oktober majelis hain membacakan putusan. Kami berharap keadilan memihak rakyat dan kelestarian Meratus,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved