Berita Kabupaten Banjar

Langgar Aturan Larangan Bangunan di Bantaran Sungai, Ruko Asari Pun Dibongkar

Pembongkaran itu juga sebelumnya telah diberikan surat peringatan terhadap warga yang memiliki bangunan.

Langgar Aturan Larangan Bangunan di Bantaran Sungai, Ruko Asari Pun Dibongkar
Isti Rohayanti
Sejumlah warga Pekauman Ulu RT 5 melakukan pembongkaran bangunan di bantaran sungai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Adanya larangan pembangunan di bantaran sungai membuat ruko Asari, warga Pekauman Ulu RT 5, Martapura, Kabupaten Banjar harus dibongkar, Kamis (11/10/2018).

Pembongkaran itu juga sebelumnya telah diberikan surat peringatan terhadap warga yang memiliki bangunan.

Belasan masyarakat ikut serta membongkar bangunan tersebut. Mereka bergotong royong untuk membersihkan area bantaran sungai.

Dipimpin oleh Kepala Desa Pekauman Ulu, Zulkifli ia sendiri turut serta melakukan pembongkaran. Terlebih ia pula yang memberikan surat peringatan untuk warganya itu.

Baca: Jadwal Lengkap Perubahan Seleksi CPNS 2018 Usai Pendaftaran CPNS 2018 Via Sscn.bkn.go.id

"Surat peringatannya sudah saya sampaikan sejak empat bulan lalu. Jadi mereka kami beri waktu selama empat bulan dan berakhir 10 Oktober kemaren," terang Zulkifli.

Baca: Masih Bingung Menemukan Kampus Saat Mendaftar CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id? Cek di Sini

Tujuan pembongkaran itu pun ia katakan untuk menertibkan warganya. Terlebih menurutnya sebagaimana aturan pemerintah, pembangunan di bantaran sungai memang dilarang. Selain itu tempat berdirinya ruko milik Asari berada di area Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memang tidak boleh ada bangunan.

Baca: Contoh Soal Tes CPNS - Cara Cepat Jawab TWK TIU TKP Usai Pendaftaran CPNS 2018 Sscn.bkn.go.id

"Yang saya tertibkan adalah warga saya sendiri dan dia melanggar aturan,"ucapnya.

Ada lima bangunan yang dibongkar dari RTH itu. Namun tiga di antaranya sudah dibongkar. Sementara dua sisanya, kios atau ruko dan warung kopi dibongkar.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help