Berita Hulu Sungai Utara

Longsor Tangkawang di Haur Gading Rusak 7 Rumah, Begini Respons Bupati HSU

Seperti tak ada hentinya, Kecamatan Haur Gading kembali mengalami longsor di pinggiran Sungai Tabalong.

Longsor Tangkawang di Haur Gading Rusak 7 Rumah, Begini Respons Bupati HSU
istimewa/ Pemkab HSU
Kondisi Longsor di Tengkawang, Kabupaten HSU 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Seperti tak ada hentinya, Kecamatan Haur Gading kembali mengalami longsor di pinggiran sungai Tabalong.

Kali ini terjadi di Desa Tangkawang RT 05. Longsor tersebut merusak akses jalan yang baru saja dibangun menggunakan dana desa.

Jalan yang rusak sekitar 50 meter, dengan kerusakan yang sangat parah hingga tak bisa lagi dilalui Plt Camat Haur Gading Muhammad Syarif mengatakan longsor terjadi pada Rabu (11/10/2018) pada siang hari. Beruntung tak ada korban jiwa akibat longsor tersebut.

Hanya saja kerusakan rumah dan tiang listrik sempat mengkhawatirkan warga. "Tiang listrik sempat miring dan hampir menimpa rumah warga, kami langsung menghubungi pihak PLN untuk mengamankan agar tidak ada warga yang tersengat arus listrik," ungkapnya.

Baca: Daftar Sanksi Komdis PSSI untuk Arema FC Imbas Rusuh Suporter Arema FC vs Persebaya Liga 1 2018

Akibat longsor di Desa Tangkawang setidaknya ada tujuh rumah yang mengalami kerusakan dan terputusnya akses jalan. Warga saat ini secara gotong royong membuat jalan alternatif bagi warga.

Sebelumnya longsor juga telah terjadi di Desa Pulantani, Teluk Haur, Keramat dan Haur Gading. Jembatan yang menghubungkan Desa Keramat dan Haur Gading juga telah roboh dan tak bisa digunakan kembali.

Bupati HSU Abdul Wahid yang sempat melihat kondisi longsor mengatakan pihaknya akan menganggarkan untuk perbaikan jembatan pada APBD 2019 dan akan dilaksanakan pada awal tahun anggaran.

"Kami berupaya agar anggaran bisa disahkan pada November dan segera dilakukan lelang serta pengerjaan secepatnya," ungkapnya.

Baca: BREAKING NEWS : Enam Rumah di Kecamatan Gambut Disapu Puting Beliung, Begini Kondisinya

Untuk perbaikan jalan dipinggir sungai memang sulit untuk dilakukan terlebih dari anggaran daerah. Untuk akses jalan Pemerintah daerah memang telah membangun jalan baru yang letaknya cukup jauh dari bantaran sungai.

Karena jika diperbaiki khawatir akan kembali longsor karena letaknya yang berada dipinggir sungai. Longsor memang mengkhawatirkan warga yang tinggal dipinggiran sungai Tabalong. Terlebih saat musim kemarau dan memasuki musim penghujan. (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help