Berita Tanahlaut

Peringati HUT Ke 5, TRC 333 HST Syukuran Sederhana di Siring Joewita

Organisasi relawan yang lahir di tahun 2013 itupun melaksanakan syukuran sederhana Rabu malam, di taman terbuka Kota Barabai

Peringati HUT Ke 5, TRC 333 HST Syukuran Sederhana di Siring Joewita
ISTIMEWA/TRC 333 untuk Banjarmasinpost.co.id
Tim Reaksi Cepat 333 HST, saat syukuran HUT ke-5 di Taman Siring Joewita, Rabu malam, 10 Oktober 2018. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI -  Tim Reaksi Cepat (TRC) 333 Hulu Sungai Tengah memperingati HUT ke-5, 10 Oktober 2018. Organisasi relawan yang lahir di tahun 2013 itupun melaksanakan syukuran sederhana Rabu malam, di taman terbuka Kota Barabai, Siring Joewita, samping tower pengisian air pemadam kebakaran.

Kegiatan tersebut dihadri 60  anggota TRC 333 HST,  diawali dengan penyampaian sejarah TRC di HST, kemudian pemotongan kue tart oleh anggota paling muda.

“Tujuannya menanamkan rasa kerelawanan ke generasi TRC yang lain,”kata Brigadir Riri Herlianto, anggota dengan nomor register 007 TRC 333 HST yang bertugas sebagai koordinator kabupaten, kepada banjarmasinpost.co.id, Kamis (11/10/2018).

Menurut Riri, yang juga anggota Polres HST dan Bhabinkamtibmas Barabai Barat, anggota TRC 333 HST merupakan relawan tangguh yang bekerja ikhlas tanpa pamrih, sama halnya dengan relawan yang bernaung di organisasi lain di HST, seperti Balakar dan lain-lain. 

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Baca: Penjelasan BNPB Soal Dihentikannya Evakuasi Korban Gempa di Donggala dan Tsunami di Palu Sulteng

Riri menyebut, sesuai visi misinya, TRC 333 memonitor dan melakukan evakuasi dalam arti menerima informasi dan memberi informasi akurat kepada masyarakat.

Selanjutnya, membantu  pencarian orang tenggelam, dan jika diperlukan membantu pengamanan dan pengaturan lalu lintas, membantu penanggulangan bencana banjir, pengamanan dan pengawalan majelis talim dan kegiatan bersifat keagamaan, serta bantuan ambuans baik untuk orang sakit maupun membawa jenazah.

“Bagi tiap anggota, kami tidak mewajibkan terjun ke lapangan jika ada halangan. Karena tugas kami semata membantu sesuai niat masing-masing.

Baca: Penjelasan BNPB Soal Dihentikannya Evakuasi Korban Gempa di Donggala dan Tsunami di Palu Sulteng

Juga karena kami bekerja  tak ada gaji dan tak ada yang menggaji. Prinsipnya, ada uang atau tidak ada uang, namanya relawan itu yang penting membantu dulu. Orang lain tertolong, kita pun senang,” kata Riri.

Riri menuturkan, suka duka duka sebagai relawan tersebut sudah dia rasakan bersama rekan-rekannya. Sukanya, karena sambil baramian, tapi tujuannya ada dan jelas. “Jadi bukan rame-rame tanpa tujuan. Naun,  jika ada urusan lebih penting, tetap harus diutamakan.

Seperti saya, sebagai anggota Polri, tetap mengutamakan tugas sebagai anggota Polri,”kata Riri, yang juga koordinator Sahabat Donor Darah HST.

Sedangkan dukanya,kata Riri,  tak jarang hanya makan mie instant dalam konsisi tertentu. Namun, karena suka duka itu ditanggung bersama, apa yang dilakukan tidaklah menjadi beban. Malah ada kepuasan bersama, jika tugas melaksanakan misi membantu orang lain tersebut berhasil.

Syukuran TRC
Syukuran TRC (istimewa/trc 333 Barabai)

Dijelaskan, TRC sebenarnya sudah berusia 18 tahun untuk yang induknya  di Banjarmasin, yaitu berdiri  sejak 2000. Namun, baru dibentuk di Barabai tahun 2013 silam.

Sampai sekarang, TRC 333 HST ikut mengambil peran sebagai relawan, bersama relawan dari berbagai organisasi lainnya di HST, seperti Balakar 654 Murakata, Orari, Rapi, serta organisasi lainnya.   

(banjarmasinpost.co.id/ hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved