Berita Banjarmasin

Pria Dari Kotabaru Ini Datangi Polda Kalsel dan Laporkan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu

warga Jalan Kerayaan Utara, Kecamatan Pulau Laut mendatangi Polda Kalimantan Selatan, Kamis (11/10/2018) sore.

Pria Dari Kotabaru Ini Datangi Polda Kalsel dan Laporkan Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu
istimewa
Yacob baju putih (tengah) didampingi penasehat hukumnya Direktur Eksekutive LABHI Setyanegara, Dr Ery Setyanegara SH MH dan Direktur Cabang Nawawi SH saat di polda 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Yacob A.MA.PD (48) warga Jalan Kerayaan Utara, Kecamatan Pulau Laut , Kabupaten Kotabaru ditemani kuasa hukumnya dari Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia Setyanegara (LABHI Setyanegara) mendatangi Polda Kalimantan Selatan, Kamis (11/10/2018) sore.

Kedatangannya untuk melaporkan kepala desa Kerayaan Utara , Kecamatan Pulau Laut yang kembali terpilih yakni S atas dugaan penggunaan ijazah yang diduga bukan milik yang bersangkutan pada pemilihan Kades Agustus 2018 lalu.

Direktur Eksekutive LABHI Setyanegara, Dr Ery Setyanegara SH MH didampingi Direktur Cabang Nawawi SH yang mendamping Yacob mengungkapkan kedatangan mereka ke Polda Kalsel ini menemani klien mereka yakni Yacob untuk memohon keadilan berkenaan dengan pemilihan Kades di Desa Pulau Kerayaan, Kecamatan Pulau Laut, Kotabaru pada Agustus lalu.

Baca: Daftar Sanksi Komdis PSSI untuk Arema FC Imbas Rusuh Suporter Arema FC vs Persebaya Liga 1 2018

Baca: BKN Umumkan Unggah Ulang Dokumen Pendaftaran CPNS 2018 di link sscn.bkn.go.id, Cek di Sini!

Menurutnya pada pemilihan Kades tersebut S yang notabenya merupakan calon incumbent memenangkan pemilihan dengan selisih 8 suara dari kliennya.
Namun kedatangan mereka ini bukan masalah soal perolehan suara tapi mengenai soal bahwa ada indikasi kejanggalan ijazah SD yang mana nama disitu tidak sesuai dengan nama yang bersangkutan atau ada huruf yang kurang,.

Kemudian untuk ijasah paket B dan C sama namanya namun pada ijazah SD yang bersangkutan nama dan bin nya berbeda .
"Kita meingindikasikan S gunakan ijazah orang lain, dan S dengan ini sudah tiga priode terpilih sebagai Kades ," paparnya

Baca: Penjelasan BNPB Soal Kabar Relawan WNA Diusir Saat Bantu Korban Gempa dan Tsunami di Palu Sulteng

Baca: 8 Fakta Yuli Sumpil, Aremania yang Disanksi Komdis PSSI Terkait Rusuh Laga Arema FC vs Persebaya

Menurutnya kliennya minta keadilan dan jika ada indikasi tersangka pihaknya telah membuat surat ke Bupati agar pelantikan Kades ini ditunda dulu karena ada masalah.

Terpisah, Kabid Humas AKBP M Rifai , Kamis (11/10) malam mengungkapkan pada dasarkan jika ada laporan masuk tentunya akan petugas terima.

"Pastinya akan diterima di pelajari," ucap Rifai. (banjarmasinpost.co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help