Berita Kabupaten Banjar

Puluhan Pelaku UMKM dan Usaha Mikro Dapatkan Cara Baru Tangani Usahanya

Khususnya cara mereka mendapatkan modal dan memisahkan uang modal usaha serta penghasilan dan uang keperluan sehari-hari.

Puluhan Pelaku UMKM dan Usaha Mikro Dapatkan Cara Baru Tangani Usahanya
Istimewa
Pelayanan di Kantor Bank Kalsel Syariah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Adanya pelatihan dan edukasi serta informasi permodalan dan pemasaran usaha mikro yang digelar di Kelurahan Sekumpul,  Kamis (11/10/2018) membuat Sarmiem merasa terbantu sekali.

Terlebih usahanya ialah berdagang secara kredit yang modal awal milik pribadi, sehingga dirasa kurang berkembang.

Oleh pihak kelurahan yang bekerjasama dengan Bank Kalsel melalui program pasar mikro Bank Kalsel, puluhan warga mendapatkan pengetahuan yang mereka rasa baru.

Khususnya cara mereka mendapatkan modal dan memisahkan uang modal usaha serta penghasilan dan uang keperluan sehari-hari.

Sebagaimana diterangkan oleh Kepala Unit Bank Kalsel Sekumpul, Yahdian Fajri saat ini kendala UMKM dan usaha mikro ialah anggunan untuk peminjaman modal.

Melalui pertemuan itu ia mengatakan menawarkan jasa Kredit Usaha Rakyat (KUR)  dengan bunga tujuh persen kepada masyarakat. Selain itu perihal agunan, ada beberapa persyaratan. Serta usaha yang diketahui atau adanya surat keterangan kelurahan.

"Kami tawarkan KUR yang jumlahnya sekitar Rp 25 juta dan sasarannya memang untuk usaha yang produktif dan layak namun belum bankable," terang Yahdian.

Belum bankable itu ia katakan ialah pengusaha yang belum memiliki agunan cukup. Akan tetapi tetap bisa diakses melalui KUR. Sehingga pengusaha mikro dan UMKM bisa tetap meminjam uang modal usaha.

Pengamat Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat, Arif Budiman juga menjadi pemateri dalam pertemuan tersebut. Ia menerangkan tentang sistem perdagangan modern yang harus mulai dilakukan oleh UMKM dan usaha Mikro.

Hal serupa juga dikatakan oleh Lurah Sekumpul, Gusti Marhusin. Ia sengaja mengadakan acara tersebut agar usaha penduduk atau warga Sekumpul bisa meningkat.

Terlebih saat ini ujarnya, sistem perdagangan yang dilakukan oleh warga masih tradisional. Sehingga ia berusaha memotong mata rantai tersebut di era modern sekarang.

"Saat ini sistem usaha warga Sekumpul masih traditional. Makanya saya ingin mereka mengikuti acara ini dan akhirnya belajar untuk menggunakan sistem berbasis digital pada jaman modern ini," ucapnya.

Lantas ia juga berharap adanya perhatian dari pemerintah setempat. Baik itu provinsi maupun kabupaten. Terutama pada bidang infrastruktur di Sekumpul.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved