Liga 1 2018

Reaksi Bos Arema FC Usai Kena Sanksi PSSI Imbas Laga Arema vs Persebaya Liga 1 2018 Rusuh

Komisi Disiplin PSSI memberi sanksi kepada Arema FC usai laga rusuh lawan Persebaya di laga lanjutan Liga 1 2018.

Reaksi Bos Arema FC Usai Kena Sanksi PSSI Imbas Laga Arema vs Persebaya Liga 1 2018 Rusuh
SURYA.co.id/Ndaru Wijayanto
Suporter Arema FC masuk ke lapangan ketika peluit babak pertama dibunyikan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (5/5/10/2018). Suporter tersebut tampak menantang kiper Persebaya, Miswar Saputra. 

Setiap upaya penegakkan regulasi harus dihormati dan dipatuhi.

Jika terjadi pelanggaran  berat maka kami siap menghadapi konsekuensinya.

Hukuman yang dikenakan bagi Arema fc dan Aremania, lanjut IB, diharapkan menjadi momentum perubahan perilaku positif  bagi semua saja, tidak hanya klub, panpel, tapi juga suporter.

Baca: Doa Andik Vermansyah Saat Gempa Bumi 6,4 SR Guncang Situbondo Jatim

"Jangankan dihukum sampai akhir musim, sejujurnya Arema FCikhlas jika harus dihukum 10 tahun tanpa penonton dan sanksi lainnya, asalkan mampu membawa revolusi perubahan perilaku positif bagi suporter Indonesia. Kami siap menjadi martir perubahan kebaikan dalam sepakbola kita," ujarnya.

Oleh karena itu, Arema FC juga tegaskan akan menjalani hukuman ini dengan tegak kepala dan menjadi cambuk untuk perubahan kita semua agar patuh terhadap penegakan regulasi.

"Kami tidak akan mengajukan banding. Namun akan berada di barisan terdepan untuk membangun kesadaran para suporter utamanya Aremania agar berubah menjadi lebih baik," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, IB tetap memohon agar Aremania mawas diri dan intropeksi. 

Terpenting tetap menjaga keutuhan dan persatuan antar Aremania. "Jadikan perenungan massal. Dan jadikan momentum untuk berubah dalam sikap dan berperilaku yang baik dalam mendukung tim kebanggaan kita," katanya.

IB minta semua.pihak tidak merespons dan bereaksi negatif atas keputusan Komdis PSSI, termasuk bijak menanggapinya di media sosial.

"Hentikan perdebatan. Tapi kita perlu bangkit bersatu untuk berubah lebih baik. Jika perlu kita harus lebih sering bertemu berdiskusi berbicara dari hati ke hati agar kejadian serupa tidak terjadi dan tidak diulang ulang lagi di masa yg akan datang" tegasnya.

Halaman
123
Editor: Rendy Nicko
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help