Kenaikan Harga Premium Batal

Tiga Alasan Presiden Joko Widodo Batalkan Kenaikan Harga Premium

Presiden Joko Widodo memiliki tiga alasan hingga akhirnya meminta Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menunda kenaikan harga premium

Tiga Alasan Presiden Joko Widodo Batalkan Kenaikan Harga Premium
capture/BPost Edisi cetak
Banjarmasin Post Edisi Kamis (11/10/2018) Halaman 1 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Presiden Joko Widodo memiliki tiga alasan hingga akhirnya meminta Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. "Presiden selalu menghendaki adanya kecermatan di dalam mengambil keputusan, termasuk juga menyerap aspirasi publik," kata Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden dalam pesan singkatnya.

Soal kebijakan harga BBM, sebut dia, ada tiga poin yang menjadi bahan pertimbangan Presiden Jokowi dalam memutuskan. "Pertama, presiden meminta Kementerian ESDM menghitung secara cermat dinamika harga minyak internasional, termasuk neraca migas secara keseluruhan," ujar Erani.

Poin kedua, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) diminta menganalisis kondisi fiskal secara keseluruhan agar setiap kebijakan yang dikeluarkan, termasuk harga BBM, tetap dalam koridor menjaga kesehatan fiskal.

"Ketiga, memastikan daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas dari setiap kebijakan yang diambil. Demikian pula fundamental ekonomi tetap dijaga agar ekonomi tetap bugar," papar Erani.

Baca: Kronologi Batalnya Harga BBM Naik Jenis Premium Usai Menteri BUMN Turun ke Pertamina

Baca: Jokowi Telepon Jonan Batalkan Kenikan Harga Premium, Warga Sempat Serbu SPBU

Masyarakat sempat dibuat panik, menyusul pernyataan Menteri ESDM Ignatius Jonan pemerintah menaikkan harga BBM jenis premium dari Rp 6.550 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Di Banjarmasin dan Banjarbaru, warga sempat menyerbu stasiun pengisian bahan bakat umum (SPBU) yang ada.

0Namun, baru 30 menit setelah Ignatius Jonan mengumumkan kenaikan harga premium, Presiden Joko Widodo langsung mengontak Menteri ESDM dan meminta menunda kenaikan harga BBM jenis premium.

Ignatius Jonan ditemui awak media di ruang VIV Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (10/10), membenarkan penundaan kenaikan harga premium. Dia beralasan PT Pertamina (Persero) tidak siap melaksanakan kenaikan harga BBM hari ini.

“Saya sudah lapor presiden yang kemudian memberi arahan agar ditunda kenaikan harga BBM 
premium dan dibahas ulang,” ujarnya.  (tribun network/fik/fia/sen/wly)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved