Kisah Mercu Suar Kolonial di Kotabaru

Fakta Mercu Suar Kuno, Dari Bekas Lubang Peluru Jepang Sampai Kuatnya Aura Mistis

Tidak kecuali menara suar Gunung Belingkar beralamat di jalan Nelayan, Desa Hilir, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Fakta Mercu Suar Kuno, Dari Bekas Lubang Peluru Jepang Sampai Kuatnya Aura Mistis
helriansyah
Menara suar Gunung Belingkar beralamat di jalan Nelayan, Desa Hilir, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Mercu suar atau menara suar diketahui merupakansebuah bangunan kuno. Hampir semua bangunan merupakan sisa peninggalan pada zaman kolonial Belanda ratusan tahun silam.

Tidak kecuali menara suar Gunung Belingkar beralamat di jalan Nelayan, Desa Hilir, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru.

Menara suar tepat berposisi di atas gunung, oleh warga setempat disebut gunung lampu itu. Bukti, bahwa menara suara salah satu peninggalan masa lampau, tidak hanya terdapat desain bangunan ala Eropa.

Namun bukti lainnya menguatkan, menara suar Guung Belingkar sisa peninggalan zaman kolonial Belada. Di puncak suar selain terdapat tulisan Barbier & Bernard dengan tahun pembuatan 1882.

Menara suar Gunung Belingkar, kuat sebagai bukti peninggalan zaman kolonial Belanda, terdapat dua titik di kaca yang mengeliling lampu suar terdapat dua lubang bekas peluru.

Baca: Peninggalan Kolonial yang Jadi Penyelamat saat Kabut dan Badai di Perairan

Anwar petugas di menara suara Gunung Belingkar Kabupaten Kotabaru menunjuk lubang peluru bekas ditembak tentara Jepang.
Anwar petugas di menara suara Gunung Belingkar Kabupaten Kotabaru menunjuk lubang peluru bekas ditembak tentara Jepang. (helriansyah)

"Katanya itu lubang bekas tembakan tentara Jepang zaman dulunya," kata Wira petugas Navigasi yang bertugas menjaga menara suar Gunung Belingkar Kotabaru.

Baca: Kehausan Penumpang Taksi Online Ambil Minuman Gratis, Ternyata Isinya Kencing Sang Sopir

Wira mengakui, di sekitar bangunan menara suar juga menyimpan banyak aura mistis yang kadang membuatnya merinding.

"Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah melihat langsung. Tapi dari cerita-cerita petugas navigasi sebelumnya bertugas di sini," ucapnya.

Meski tidak mengalami langsung, kata Wira, aura negatif dari mahkluk astral yang tidak terlihat dengan kasat mata, selalu mengganggu perasaannya terlebih saat bertugasn malam.

Baca: Hasil Belanda Terbuka 2018 Kamis (11/10), Dua Wakil Indonesia Siap Rebut Posisi di 8 Besar

"Ya perasaan itu pasti adalah, malam kan sepi. Tapi aku tetap berusaha melawan rasa takut. Dan, alhamdulillah sampai sekarang tidak apa-apa. Dan, tidak pernah juga mengalami kejadian-kejadian aneh selama ini. Biasa-biasa saja," kata Wira.

Ditambahkan Wira, menurut cerita petugas sebelum-sebelumnya, aura negatif bahkan tidak jarang selalu melakukan penampakan pada bangunan kopel dengan kuntruksi ala eropa.

"Di situ (bangunan) yang sering ada penampakan. Aku tidak pernah sih melihat secara langsung. Mungkin hanya orang tertentu. Atau dulunya area sini belum ramai seperti sekarang. Atau mungkin sudah bersahabat," katanya.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved