Kriminalitas Kabupaten Banjar

Patroli Polsek Mataraman Sering Ketahuan Pelaku Pencurian Lateks

Kapolsek Mataraman, AKP Rissan menyampaikan memang di wilayah hukumnya aksi pencurian lateks itu kerab terjadi.

Patroli Polsek Mataraman Sering Ketahuan Pelaku Pencurian Lateks
Istimewa
Kapolsek Mataraman, AKP Rissan bersama Habib Albagais Mataraman. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Adanya pencurian lateks, atau getah karet kental sering terjadi di perkebunan karet pada Kecamatan Mataraman, Kabupaten Banjar. Bahkan seringkali pelaku melakukan penyadapan pohon karet untuk mencuri getah tersebut.

Kapolsek Mataraman, AKP Rissan menyampaikan memang di wilayah hukumnya aksi pencurian lateks itu kerab terjadi.

Istilahnya ialah penyadapan liar. Lokasi perkebunan yang menjadi sasaran pun ialah perkebunan milik negara yang ada di kawasan tersebut.

Baca: Kata Siapa Kalimantan Bebas Gempa? Coba Cek Daerah Rawan Gempa di Indonesia Versi ESDM

"Dari Polsek bersama petugas keamanan melaksanakan patroli bersama. Kami sering menemukan penyadap liar dengan menggunakan plastik demikian sebagai wadah penampungannya," jelas AKP Rissan, Jumat (12/10/2018).

Ia menerangkan, biasanya pelaku beraksi sejak pukul 18.00 Wita hingga tengah malam. Saat itulah patroli berlangsung.

Baca: Cek Persyaratan Berkas Via PO BOX di Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id 3 Hari Lagi Ditutup

Namun tak dipungkiri, biasanya para penyadap liar mengetahui kedatangan petugas kemanan dan tim patroli. Sehingga ujar AKP Rissan para penyadap liar langsung lari dan meninggalkan plastik yang masih tergantung di pohon.

Hal itu ia akui telah lama terjadi. Lantas, tindakan kepolisian, melakukan patroli bersama petugas keamanan untuk mencegah terjadinya penyadapan liar.

Baca: Kehausan Penumpang Taksi Online Ambil Minuman Gratis, Ternyata Isinya Kencing Sang Sopir

AKP Ridwan juga menjelaskan, apabila pelaku tertangkap, maka Polsek akan melaksanakan penegakan hukum berupa proses tindak pidana ringan.

Atas kejadian itu, ia pun mengimbau gar dilaksanakan sosialisasi kepada warga, bahwa menyadap liar itu sama dengan mencuri dan bertentangan terhadap agama dan hukum. Selain itu patroli pun lebih ditingkatkan.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help