Kisah Mercu Suar Kolonial di Kotabaru

Peninggalan Kolonial yang Jadi Penyelamat saat Kabut dan Badai di Perairan

Mercu suar tidak hanya sebagai petunjuk, tapi sebuah tanda adanya sebuah kehidupan di sebuah pulau di zaman dulunya.

Peninggalan Kolonial yang Jadi Penyelamat saat Kabut dan Badai di Perairan
helriansyah
Anwar petugas di menara suara Gunung Belingkar Kabupaten Kotabaru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Bagi masyarakat, terlebih pelaku pelayaran khususnya nama Mercu Suar bukan hal yang jarang di dengar.

Mercu suar tidak hanya sebagai petunjuk, tapi sebuah tanda adanya sebuah kehidupan di sebuah pulau di zaman dulunya.

Di Kalimantan Selatan terdapat tujuh mercu suar, empat di antaranya berada di Kabupaten Kotabaru. Antara lain mercu suar Tanjung Kunyit (Lontar), Kecamatan Pulaulaut Barat, mercu suar Samber Galang Pulau Pandang-Pandangan, mercu suar Samber Gelap dan mercu suar Kotabaru.

Baca: Kehausan Penumpang Taksi Online Ambil Minuman Gratis, Ternyata Isinya Kencing Sang Sopir

Diketahui mercu suar sebagai petunjuk adanya sebuah kehidupan di sebuah pulau di kehidupan dulunya, Kotabaru misalnya yang dikenal dengan sebutan Pulaulaut. Tidak hanya pada zaman modernisasi teknologi sekarang ini, namun mercu suar ada sejak zaman kolonial Belanda.

Baca: Gurunya Dituduh Doktrin Anti-Jokowi, Siswa SMAN 87 Jakarta Demo: Kami Kecewa!

Bahkan konon kabarnya, bangunan mercu suar yang sekarang masih berdiri kokoh, sisa peninggalan kolonial Belanda. Salah satunya mecua suar bernama menara suar Gunung Belingkar Kotabaru.,

Selain kontruksi bangunan menara suar masih asli peninggalan zaman Belanda. Kopel atau rumah hunian dengan desain khas eropa, pun masih berdiri kokoh di sana.

Baca: UPDATE Jumlah Pelamar di Pendaftaran CPNS 2018 Kamis (11/10) via Sscn.bkn.go.id

Seperti pantauan jurnalis Banjarmasinpost.co.id, selain masih terdapat beberapa kopel, beberapa bangunan juga tampak asli peninggalan zaman kolonial Belanda yaitu, seperti wadah untuk menampung air hujan.

Penampungan air hujan terbuat dari beton, persis berada di samping dan belakang kopel. Pun hingga sekarang masih digunakan untuk kebutuhan air tawar seperti mandi.

Menara suar Gunung Belingkar memiliki ketinggian lebih kurang 20 meter berada di Desa Hilir, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru. Berfungsi sebagai petunjuk atau tanda.

Maka dari itu, menara suar 'pulaulaut' ini oleh petugas Navigasi, petugas khusus menjaga menara suara. Rutin setiap pukul 18.00 sampai 06.00 menjaga operasional sesuai fungsinya.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved