Esai Zulfaisal Putera: I Wanna Grow Old With You

Terkadang, terpikir juga untuk bertanya, apakah lebih baik merasa bodoh atau merasa paling tahu?

Esai Zulfaisal Putera: I Wanna Grow Old With You
istimewa
Zulfaisal Putera 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Suatu hari seseorang bertanya kepada Socrates (469-399 SM) yang baru belajar musik di usia tua.

“Apakah engkau tidak malu belajar di usia tua?" Socrates menjawab, "Aku merasa lebih malu menjadi orang yang bodoh di usia tua."

Jawaban yang keluar dari mulut seorang filsuf itu tak bisa dimaknai sebagai kalimat filosofis semata, tetapi bisa juga dianggap semacam sindiran.

‘Merasa malu menjadi bodoh di usia tua’, ada dua hal bisa dibutiri dari frase ini. Pertama, mempunyai kesadaran penuh bahwa (merasa) diri bodoh di usia tua. Kedua, (masih) punya rasa malu kalau (diketahui orang) diri bodoh.

Tentu, bodoh dalam hal ini bisa karena merasa tidak memiliki pengetahuan; bisa pula tidak lekas mengerti, tidak mudah tahu, atau tidak mampu mengerjakan.

Terkadang, terpikir juga untuk bertanya, apakah lebih baik merasa bodoh atau merasa paling tahu?

Pertanyaan ini timbul karena pada umumnya, orangtua, karena merasa sudah banyak makan asam garam, merasa paling banyak tahu dan takmau dianggap tidak tahu.

Apalagi, dengan tingkat sensitivitas yang tinggi, tersebab cukup lama hidup, akan cepat baper apa pun masalahnya.
Usia saya sekarang sudah 50 tahun 7 bulan.

Merasa betul sudah tua. Apalagi berpatokan pada batasan tua menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saya termasuk tua di usia pertengahan (middle age), yaitu kelompok usia 45 sampai 59 tahun.

Belum tahu apakah akan sampai lanjut usia (elderly) antara 60 sampai 74 tahun, atau lanjut usia tua (old) antara 75 sampai 90 tahun.

Inilah penggalan esai Zulfaisal Putera berjudul I Wanna Grow Old With You. Selengkapnya baca Banjarmasin Post edisi, Minggu (14/10/2018).

Editor: Idda Royani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help