Komunitas

Dosen Muda Ini Sudah Terbiasa Jatuh di Lumpur dan Menjajal Jalur Extrem

Untuk mengisi akhir pekan dia melakukan touring bersama rekan-rekannya yang rata-rata pria keliling bukit dengan menggunakan trail.

Dosen Muda Ini Sudah Terbiasa Jatuh di Lumpur dan Menjajal Jalur Extrem
istimewa
Errina Nandasari 

BANJARMASIN, BPOST. CO. ID, BANJARBARU - Mengisi akhir pekan dengan berpelesiran ke tempat wisata memandangi puncak dan menikmati alam, adalah hal yang wajar bagi kaum pria, apalagi dengan mengendarai trail. Selain dianggap hobi juga olahraga. Namun olahraga trail biasanya identik khusus pria. Tapi kali ini dilakukan oleh kaum hawa juga.

Seperti apa yang dilakukan oleh Errina Nandasari misalnya. Dia untuk mengisi akhir pekan dengan melakukan touring bersama rekan-rekannya yang rata-rata pria keliling bukit dengan menggunakan trail.

"Basicly Erin menyukai tantangan, dan hobby satu ini penuh dengan tantangan. lebih tertantang lagi ketika trail dikorelasikan dengan gender, jarang seorang wanita mau berpanas-panasaan apalagi bermandikan debu dan lumpur. Tak jarang mereka lebih memilih memanjakan diri untuk pergi ke salon," kata perempan yang juga dosen ULM ini.

Sekarang Erin--sapannya-tergabung dalam club PVTR dan untuk wilayah Banjarbaru."Kita tergabung dalam group Trial Adventure juga seupaya semakin banyak teman dan kenalan," kata alumnus UGM ini.

Baca: Ini Loh Harga Mainan Anak Raffi Ahmad Rafathar, Robot Bak Transformer yang Bikin Heboh Dunia Maya

Menurut Erin, sudah banyak hal yang didapatkan dari hobby yang satu ini, selain menambah kebugaran tubuh, erin diajarkan bagaimana melatih konsentrasi dan kecepatan dalam mengambil keputusan.

"Teman-teman yang sportif dan solid kepedulian yang tinggi terhadap sesama serta menambah relasi dan koneksi. Juga saya ambil sisi positif dari Trail ini," kata dia.

Bagi Erin jatuh dari motor dan berlumpur sudah biasa dan baginya merasa ada hal kepuasan tersendiri ketika melewati jalur yang extrem dan berlumpur." Ya gimana ya ada yang puas saja kalau aksesnya berlumpur dan extrem. Terjatuh lecet dan lebab sudah hal biasa, " kata dia.

Bagi dia, menggunakan trail, juga untuk menghilangkan kepenatan dan hiruk pikuk perkotaan.

"Ya, tiba-tiba menghilang ketika disuguhkan keindahan alam, kesejukan serta tantangan jalur / track," runutnya.

Tapi apabila ditanya jera, Erin yakin tidak ada rider yang jera untuk kembali menaklukan jalur pegunungan yang menawan. (banjarmasinpost.co.id/nurholis Huda ).

Biodata.

  • Errina Nandasari, SIP, MPA
  • Dosen Faultas Kedokteran Unlam
  • Staf sub bag SDM PDAM Intan Banjar. 
  • Club trail PVTR
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved