Berita Tabalong

Kelompok Anak Muda Ini Harumkan Tabalong, Raih Penghargaan Lewat Video Budaya

Di tahun 2017 lalu berhasil membawa pulang penghargaan Jamang Anggang karena terpilih sebagai video edukatif informatif.

Kelompok Anak Muda Ini Harumkan Tabalong, Raih Penghargaan Lewat Video Budaya
Istimewa
Husnan Budiman saat mewakil menerima penghargaan Jamang Naga 2018 karena terpilih sebagai video kategori wisata alam, buatan dan kuliner, dari video berjudul Harmony with Nature. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - MELALUI video pendek bertemakan budaya dan wisata, kelompok anak muda yang tergabung di Bengkel Ide ini mampu mengharumkan nama Kabupaten Tabalong.

Bukan hanya membuat harum lewat penghargaan yang diraih dua tahun berturut-turut, ide kreatif anak muda ini juga berupaya mengenalkan potensi tersembunyi dari Bumi Sarabakawa.

Ya, kelompok anak muda Tabalong ini mampu mencuri perhatian dalam ajang di level Provinsi Kalsel, South Kalimantan Tourism Video Competition, dengan selalu menyabet gelar sejak keikutsertaan mereka dari tahun 2017.

Baca: Klasemen Liga 1 2018 Pekan 25 Jelang Live Streaming Indosiar Madura United vs Persija Jakarta

Di tahun 2017 lalu berhasil membawa pulang penghargaan Jamang Anggang karena terpilih sebagai video edukatif informatif.

Kala itu mereka mengangkat video berjudul Warisan Tersembunyi Dayak Deah yang bercerita tentang pembuatan baju kulit kayu dari pohon puntun atau deluang yang menggunakan alat manual dan tradisional.

Bengkel ide saat melakukan produksi video budaya yang mereka garap di kecamatan Upau
Bengkel ide saat melakukan produksi video budaya yang mereka garap di kecamatan Upau (Istimewa)

Sedangkan di tahun 2018 mendapatkan penghargaan Jamang Naga karena terpilih sebagai video kategori wisata alam, buatan dan kuliner, dari video berjudul Harmony with Nature.

Video ini bercerita aktivitas sehari-hari warga Dayak Deah yang tidak lepas dengan alam. Salah satunya bahan baku dalam membuat kuliner khas Dayak Deah yang seluruhnya berbahan baku dari alam serta diolah dengan cara masih sangat tradisional.

Baca: 50 Juta Akun Facebook Diretas, Begini Cara Cek Apakah Anda Termasuk atau Tidak

Kordinator tim produksi Bengkel Ide, Husnan Budiman, mengatakan, kelompok ini terbentuk saat mereka dipertemukan menjadi tim dokumentasi dari gelaran Tabalong Ethnic Festival (TEF).

"Awalnya hanya berlima, kini sudah ada sekitar 20 orang yang bergabung," katanya.

Dari kesamaan kemampuan yang dimiliki dan sama-sama peduli terhadap seni budaya yang ada, maka keinginan untuk membuat film-film bertemakan budaya tercetus.

Halaman
123
Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved