Berita Kalteng

Modus Baru Bisnis Jual Beli Manusia, Kemeterian PPPA: Orangtua Sendiri Jadi Palaku

Apalagi, berdasarkan informasi intelejen saat ini telah terjadi pergeseran modus operandi dan pola jaringan pelaku TPPO

Modus Baru Bisnis Jual Beli Manusia, Kemeterian PPPA: Orangtua Sendiri Jadi Palaku
faturahman
Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Vennetia R Danes. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Upaya mencegah praktek ilegal tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terus dilakukan oleh semua pihak, seiring makin maraknya tindakan melanggar hukum tersebut. Tentu, kejahatan kemanusiaan tersebut tidak dapat dibiarkan.

Apalagi, berdasarkan informasi intelejen saat ini telah terjadi pergeseran modus operandi dan pola jaringan pelaku TPPO yang ada di negeri ini. Ini terungkap dalam Rapat Koordinasi Nasional Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT PP-TPPO) Tahun 2018 yang telah berlangsung sejak 10 – 12 Oktober 2018 di Palangkaraya.

Baca: LIVE STREAMING INDOSIAR! Live Streaming Madura United vs Persija Jakarta Liga 1 2018 Pekan 25

Dalam pertemuan tersebut terungkap, Modus TPPO tidak hanya terkait pekerja migran keluar negeri tetapi saat ini telah berkembang modus-modus baru, seperti pengantin pesanan dan ‘jual teman’ di kalangan remaja, siswa, mahasiswa, dan lain-lain.

Baca: Jadwal Siaran Langsung di Trans7, MotoGP Motegi Jepang 2018, Rossi Belum Puas!

Pola jaringan pelaku TPPO juga berkembang, dimana korban banyak yang beralih menjadi pelaku TPPO. Parahnya, orangtua atau keluarga yang seharusnya sebagai pelindung berubah menjadi pelaku TPPO.

Negara ASEAN yang semula menjadi daerah tujuan, saat ini juga berkembang menjadi daerah transit karena kemudahan memasuki negara tersebut, untuk menuju negara-negara yang seharusnya terlarang (moratorium),” pungkas Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Vennetia R. Danes.

Baca: Cek Tanggal, Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id Tinggal 2 Hari, Ini Lokasi Tes di 33 Provinsi

Vennetia menambahkan korban TPPO sebagian besar adalah perempuan dan anak. Tidak sedikit dari mereka mengalami trauma berat (fisik dan mental) serta terjerat hutang sehingga menjadikan mereka dalam kondisi yang semakin rentan.

Oleh karenanya, saat ini yang menjadi tantangan adalah bagaimana agar GT PP-TPPO dapat berfungsi secara maksimal di masyarakat. Semua lapisan masyarakat diimbau untuk mengetahui dan mewaspadai segala bentuk modus kejahatan ini yang mungkin saja terjadi di sekitar kita.

Sementara itu, Direktur Kriminal Umim Polda Kalteng, Kombes Pol Ignatius Agung Prasetyoko, mengatakan, pihaknya , akan memproses kasus-kasus yang terkait dalam tindak pidana penjualan orang tersebut, jika memang ada yang melaporkan, namun hingga saat ini yang ditangani bagian tersebut masih berkutat seputar masalah KDRT maupun kasus pencabulan terhadap anak.

(www.banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help