Berita Hulu Sungai Tengah

Prihatin Gunung Dicemari Sampah, Pegiat Alam Liar Kalsel Diajak Ikut Bersihkan Jalur Pendakian

Kegiatan ekstrem yang membutuhkan banyak persiapan fisik maupun mental tersebut, kini juga dilakukan pekerja kantoran.

Prihatin Gunung Dicemari Sampah, Pegiat Alam Liar Kalsel Diajak Ikut Bersihkan Jalur Pendakian
Istimewa
Pemandangan di puncak Halau Halau, Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah, dan anggota Orpala Garimbas saat mencapai puncak dengan ketinggian 1901 MDPL tersebut beberapa waktu lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kegiatan mendaki gunung, kini tak lagi hanya dilakukan pendaki professional.

Kegiatan ekstrem yang membutuhkan banyak persiapan fisik maupun mental tersebut, kini juga dilakukan pekerja kantoran.

Juga pekerja lapangan, hingga masyarakat biasa yang punya hobi nge-trip dan wisata alam liar.

Sayangnya, semakin banyak yang melakukan kegiatan di alam bebas tersebut menyisakan sampah yang ditinggalkan begitu saja berserakan di jalur pendakian.

Baca: Pesona Puncak Gunung Karamu Desa Taratau Tabalong, Wow Ada Spot Foto di Ketinggian!

Kondisi tersebut, tak hanya merusak keasrian alam, tapi juga mengancam kelestarian lingkungan di wilayah hulu.

“Pemandangan banyaknya sampah berserakan tersebut dapat dilihat sepanjang jalur pendakian gunung Halau Halau, puncak tertinggi di kalsel,” kata Nursiwan, penasehat di Organisasi Pencinta Alam (Orpala) Garimbas, kepada banjarmasinpost.co.id, Minggu (14/10/2018).

Prihatin dengan kondisi tersebut, para juniornya di Orpala Garimbas, kata Nursewan berniat membuat sebuah gerakan bertema Bersih dan Hijaukan Kembali Jalur Pendakian Puncak Halau Halau.

Rencananya, kegiatan tersebut dilaksanakan 22 sampai 26 Desember 2018, dengan rute perjalanan dimulai dari Desa Hinas Kiri, Kecamatan Batangalai Timur, Hulu Sungai Tengah.

“Ide bersih-bersih sampah di rute pendakian hingga ke puncak gunung tersebut, dari adik-adik kami di Garimbas. Tujuannya menggugah kembali semangat menjaga kelestarian alam. Juga mempererat silaturahim antar penggiat alam bebas se Kalsel,” kata Nursewan.

Baca: UPDATE - Segini Jumlah Siswa dan Guru Terdampak Gempa dan Tsunami di Sulteng

Untuk itu Orpala Gerimbas kata dia mengimbau para pencintas alam bebas tersebut, baik perorangan, kelompok atau komunitas yang ada di Kalsel ikut bergabung menyukseskan kegiatan yang jadwal kegiatannya masih tahap perencanaan tersebut.

Syaratnya, sehat jasmani dan rohani, mengisi formulir pendaftaran, mengikuti seluruh acara yang disusun pantia, serta patuh dan taat pada tata tertib yang berlaku.

Melalui kegiatan tersebut, jelas dia diharapkan menambah kesadaran penggiat alam bebas akan tanggungjawab bersama untuk tak meninggalkan sampah saat melakukan pendakian, baik di sepanjang jalur pendakian sampai ke puncak gunungnya.

Baca: Ibu-ibu di Desa Karias Semangat Bikin Lukah Setelah dapat Binaan PKK HSU

“Saat ini kondisinya sangat berbeda dengan 10 tahun lalu. Sampah plastik berserakan di mana-mana, Begitu juga coretan-coretan yang sebenarnya tak bermakna dan tak ada manfaatnya. Malah merusak dan mengganggu pemandangan. Ini harus segera dihentikan, jangan sampai prilaku buruk ini diikuti anak cucu kita,”kata Nursewan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved