Berita Hulu Sungai Tengah

Siang Hari Air Sungai Seperti Susu, Warga HST Sebut Akibat Penambangan Pasir

Padahal, sungai bagi warga setempat merupakan sumber kehidupan karena sebagian besar masih menggunakan airnya itu

Siang Hari Air Sungai Seperti Susu, Warga HST Sebut Akibat Penambangan Pasir
Istimewa
Kondisi sungai di Desa Wawai, yang warnanya seperti susu yang diduga akibat dampak penambangan pasir dan batu di dasar sungai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Desa Wawai Kecamatan Batangalai Selatan, Hulu Sungai Tengah mengeluhkan kondisi air sungai yang berubah keruh, seperti warna susu, yang diduga akibat maraknya penambangan pasir.

Padahal, sungai bagi warga setempat merupakan sumber kehidupan karena sebagian besar masih menggunakan airnya untuk konsumsi, baik untuk memasak maupun minum.

Masalahnya, tak semua warga mampu berlangganan air bersih PDAM.

Baca: Penting! Cetak Ulang Kartu Daftar Akun di Link sscn.bkn.go.id, H-1 Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup

Karena kondisi tersebut, warga mengaku hanya bisa mengambil air sungai untuk minum, pada Jumat karena pada hari itu, perusahaan penambang pasir yang berlokasi di Desa Anduhum, Wawai Gardu dan Rangas, mengistirahatkan alat beratnya beroperasi.

“Tiap hari rata-rata air menjadi keruh. Terutama siang, air berubah warnanya seperti air susu. Pagi pun sudah mulai berubah menjadi kecokelatan,”ungkap warga Wawai, yang enggan namanya disebut.

Kondisi sungai di Desa Wawai, yang warnanya seperti susu yang diduga akibat dampak penambangan pasir dan batu di dasar sungai.
Kondisi sungai di Desa Wawai, yang warnanya seperti susu yang diduga akibat dampak penambangan pasir dan batu di dasar sungai. (istimewa)

Alasannya, dia dan warga setempat malas berurusan “preman” di sekitar tambang tersebut, jika melakukan protes. Padahal, hampir semua warga merasa dirugikan dengan kondisi air yang menjadi berubah warna sudah sekitar empat bulanan tersebut.

Disebutkan, dampak yang terkena penambangan pasir dan batu (sirtu) tersebut adalah daerah hilir sungai, termasuk Desa Wawai.

Baca: LIVE STREAMING INDOSIAR! Live Streaming Madura United vs Persija Jakarta Liga 1 2018 Jam 18.30

“Jadi kalau mau mandi, mencuci atau ngambil air untuk masak, biasanya warga yan tak langganan PDAM pagi di bawah pukul 09.00 wita. Kalau di atas pukul tersebut, sudah jadi seperti air susu,”katanya.

Berdasarkan informasi para sopir truk, pengerukan di dasar sungai untuk pengambilan pasir dengan alat berat tersebut ada di dua lokasi di Desa Anduhum.

Di desa iru, jalur sungainya melewati mengalir ke Desa Wawai. Selain itu, ada juga penambangan lainnya di Desa Rangas dan Wawai Gardu. Wargapun mengatakan, tak hanya merasakan dampak penambangan pasir terhadap air sungai.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved