Gempa Donggala

Ternyata Kerugian Bencana di Sulteng Diperkirakan Totalnya Mencapai Rp 8,07 Triliun

Perkiraan nominal kerugian tersebut didapat dari laporan Bank Dunia yang merekam kerusakan awal

Ternyata Kerugian Bencana di Sulteng Diperkirakan Totalnya Mencapai Rp 8,07 Triliun
tribun timur
Kondisi bangunan masjid Baiturrahman yang hancur akibat Tsunami di jl Diponegoro, Kota Palu, Sulteng, Jumat (5/10). Masjid ini merupakan salah satu masjid terparah pasca gempa yang melanda kota palu. Hingga saat ini puluhan jenazah telah dievakuasi oleh tim basarnas dan diperkiran masih banyak dikawasan tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, NUSA DUA - Grup Bank Dunia memperkirakan total kerugian akibat bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah mencapai 531 juta dollar AS atau setara dengan Rp 8,07 triliun.

Perkiraan nominal kerugian tersebut didapat dari laporan Bank Dunia yang merekam kerusakan awal, diukur secara geospasial dan perkiraan biaya infrastruktur, properti perumahan dan non perumahan yang terdampak bencana.

"Perkiraan kerugian fisik Rp 8,07 triliun, dengan rincian kerugian perumahan Rp 2,75 triliun, sektor non perumahan Rp 2,82 triliun, dan infrastruktur Rp 2,5 triliun," demikian keterangan tertulis dari Grup Bank Dunia kepada Kompas.com, Minggu (14/10/2018).

Baca: Siapa Sangka Hotman Paris Hutape Pernah Ingin Bunuh Diri Minum Racun Serangga, Tapi Urung Lihat Ini

Bank Dunia menjelaskan, uraian tersebut merupakan laporan awal perkiraan kerugian ekonomi yang didasarkan pada analisis ilmiah, ekonomi, dan teknik. Laporan ini tidak memperhitungkan kerugian akibat hilangnya nyawa, lahan, gangguan terhadap ekonomi melalui pekerjaan yang hilang, hingga mata pencaharian dan bisnis.

Baca: BKN Minta Pelamar Cetak Ulang Kartu Daftar di sscn.bkn.go.id, Helpdesk Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup

Setelah penanganan bencana secara bertahap diselesaikan, pemerintah akan masuk pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Untuk membantu proses rekonstruksi di Sulawesi Tengah, Bank Dunia menyediakan bantuan pinjaman sebesar 1 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 15 triliun.

Selain memberi bantuan pinjaman atau pendanaan, Bank Dunia turut memberi hibah 5 juta dollar AS untuk bantuan teknis. Bantuan dalam bentuk hibah tersebut dilakukan untuk memastikan proses rekonstruksi dalam waktu dekat dijalankan dengan baik.

"Pendanaan akan tersedia berdasarkan permintaan dari pemerintah," sebut Bank Dunia.(Andri Donnal Putera)

Hai Guys! Berita ini ada juga di KOMPAS.com

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved