Alih Fungsi Kebun Karet

Desa ini Ramai Aktivitas Penambangan Batu Bara, Kebun Karet Warga Dihargai Rp200 Juta Per Hektare

Misgiyanto yang juga ketua RT 3 mengakui di wilayahnya saat ini ada kegiatan penambangan batu bara.

Desa ini Ramai Aktivitas Penambangan Batu Bara, Kebun Karet Warga Dihargai Rp200 Juta Per Hektare
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Desa Sumurtutup berada di ring 1 Distrik Kebun Danausalak PTPN XIII.

Desa ini persis menempel atau berbatasan dengan kebun karet milik BUMN itu, terutama di wilayah RT 3.

Misgiyanto yang juga ketua RT 3 mengakui di wilayahnya saat ini ada kegiatan penambangan batu bara.

Namun aktivitas itu bukan dilakukan PTPN XIII, tapi oleh perusahaan tambang lain.

Baca: Pukul 23.59 Wita Pendaftaran CPNS 2018 Ditutup, 3 Formasi di Banjarbaru Ini Nihil Pelamar, Kok Bisa?

Baca: Hari Ini Senin (15/10) Hari Terakhir Pendaftaran CPNS 2018, Pukul 23.59 Sscn.bkn.go.id Resmi Ditutup

"Penambangan sudah berlangsung sekitar delapan bulan lalu. Beberapa warga di sini memang ada yang melepas kebun karetnya karena tawaran harga pembebasan lahan oleh pihak penambang menggiurkan," sebut pria yang akrab disapa Misgi itu.

Secara detail, dia mengaku tak mengetahui nominalnya.

Dia hanya menyebut kisaran harga beli dari penambang mencapai Rp 200 juta per hektare.

“Itu memang penawaran yang menggoda, karena dua kali lipat harga jual normal,” ucapnya.

Misgi menyebut, pelepasan kebun karet sifatnya individu karena menyangkut lahan milik pribadi.

Sebagai bagian dari instrumen aparatur pemerintahan desa, pihaknya hanya berharap kepada pihak penambang agar tak membebaskan lahan warga yang jaraknya terlalu dekat dengan permukiman.

Baca: Begini Ekspresi Raffi Ahmad saat Nagita Slavina Gendong Anak Caca Tengker, Kamu Cuek Sama Aku

Baca: Malam-malam, Luna Maya Kedinginan Saat Rasakan Air Kolam Tempat Meditasi Suzzanna

Halaman
12
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved