Lebih Dekat dengan Datu Kelampayan

Selain Sabilal Muhtadin, Kitab Tugfatul Raghibin Pun Tidak Kalah Masyhur

Karya Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan yang mashur adalah kitab Sabilal Muhtadin.

Selain Sabilal Muhtadin, Kitab Tugfatul Raghibin Pun Tidak Kalah Masyhur
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Guru Daudi menunjukan kamus kitab Sabilal Muhtadin karya HM Irsyad Zen 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Karya Syekh Muhammad Arsyad Albanjary atau Datu Kelampayan yang mashur adalah kitab Sabilal Muhtadin. Nama kitab itu diabadikan dengan Masjid yang menjadi kebanggaan urang Banua di Banjarmasin, yakni Masjid Sabilal Muhtadin.

Keturunan Syekh Muhammad Arsyad Albanjary, H Ahmad Daudi mengatakan, selain mengarang kitab Sabilal Muhtadin, Datu Kelampayan juga banyak menuliskan kitab lainnya. Adapun untuk kitab Sabilal Muhtadin, sejarahnya adalah atas permintaan Sultan untuk menyusun kitab sesuai keperluan hajat muslimin di Kabupaten Banjar.

Ada juga kitab yang masyhur yakni Tugfatur Rughibin yang juga diabadikan menjadi nama sebuah masjid di Desa Dalampagar Ulu Martapura Timur Kabupaten Banjar. Tidak kalah mengagumkannya adalah mushaf Datu Kelampayan, yang mana tulisan seni kaligrafinya sangatlah indah.

Baca: Youtube Down atau Error, Pengguna Tak Bisa Akses Video, Kok Bisa Mendadak Mati

Baca: 355.733 Pelamar Tak Lolos Verifikasi Administrasi CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Cek Instansi Favorit

Baca: Pelamar CPNS 2018 yang Wajib Unggah Ulang Diumumkan, Terdaftar di sscn.bkn.go.id 3.470.567 Orang

“Adanya kitab-kitab peninggalan karya Datu Kelampayan semoga zuriat dan kaum muslimin dapat mengambil suri taulanan sifat-sifat beliau. Serta bisa mengamalkannya,” ucap Guru Daudi.

Dia menjelaskan, kitab Sabilal Muhtadin disalin ulang oleh Ustad Abdussalam yang juga merupakan keturunan Datu Kelampayan. Ustad Abdussalam juga adalah saudara dari Guru Bakhiet.

Baca: Pengumuman Hasil Verifikasi Administrasi CPNS 2018 Mulai Hari Ini, BKN : Cek di sscn.bkn.go.id

Baca: Tak Bisa Promosi Liga 1 2018, Manajemen Martapura FC Persilahkan Pemainnya Pindah Klub Lain

Sabilal Muhtadin juga disalin kembali oleh Ustad Jasriansyah. Kitab ini banyak digunakan muballigh dan ustad-ustad untuk syiar dakwah, juga ada kamus Sabilal Muhtadin Littafaqquh Fi Amriddien yang dikarang oleh HM Irsyad Zen atau Abu Daudi yang tidak lain adalah ayahnya.

Dirinya berharap kitab-kitab tersebut diajarkan di pesantren-pesantren yang ada di Kalsel dan ada dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan kitab-kitab tersebut.

“Apa yang diajarkan dalam kitab sangat relevan sekali dengan kehidupan saat ini. Bisa menjadi pegangan bagi setiap muslim,” imbuhnya. (banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved