Daihatsu Astec Open 2018

Turnamen Daihatsu Astec Open 2018, Pebulutangkis Batola Takluk dari Pemain Jakarta Dua Set Langsung

Pebulutangkis putra dari PB Jaya Perkasa Baritokuala (Batola), Achmad Nur Farid berhadapan dengan pebulutangkis

Turnamen Daihatsu Astec Open 2018, Pebulutangkis Batola Takluk dari Pemain Jakarta Dua Set Langsung
Mariana
Suasana babak penyisihan turnamen Daihatsu Astec Open 2018, di GOR Hasanuddin HM, Banjarmasin, Rabu (17/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Turnamen bulutangkis Daihatsu Astec 2018 telah memasuki babak pertama. Ratusan pebulutangkis cilik se Indonesia masih berjibaku di babak penyisihan yang digelar di GOR Hasanuddin HM dan GOR Hippindo, Banjarmasin.

Pebulutangkis putra dari PB Jaya Perkasa Baritokuala (Batola), Achmad Nur Farid berhadapan dengan pebulutangkis dari klub PB Jaya Raya Jakarta, Muhammad Zaky Hafidi. Farid sapaan akrabnya, harus mengakui keunggulan pebulutangkis DKI tersebut dalam dua game langsung, 8-21 9-21.

Pertandingan berlangsung dalam tempo yang relatif singkat. Muhammad Zaky Hafidi mendominasi jalannya pertandingan kelompok umur remaja itu, melalui serangan forehand dan netting yang kerap membuat pengembalian bola Farid menyangkut di net.

Baca: Jelang Barito Putera vs Perseru Serui Liga 1, Dua Pilar Barito Putera Ini Diprediksi Bisa Beraksi

Selain itu, smash tajam juga tampak dihujamkan di sisi kiri Farid, bola pun tidak dapat dijangkau secara sempurna.

Kendati demikian, Farid juga memberikan perlawanan lewat pukulan placing yang terbukti cukup merepotkan Zaky Hafidi. Pertandingan yang berdurasi kurang lebih 30 menit itu, dimenangkan Zaky Hafidi. Dia pun berhak melaju ke babak selanjutnya, sedangkan Farid harus puas hanya sampai babak penyisihan.

Baca: Jadwal Lengkap Babak Penyisihan Grup A Piala AFC U-19: Taiwan, Awal Perjuangan Timnas U-19 Indonesia

Pelatih PB Jaya Perkasa Batola, Rahmani mengatakan, kekalahan anak didiknya tersebut lantaran perbedaan kualitas teknik yang sangat jauh dari pemain Jaya Raya Jakarta.

"Yang pasti memang kelasnya Farid masih di bawah. Faktor penyebab kekalahan ini tidak dipungkiri memabg yang paling mendasar yakni perbedaan porsi latihan, kalau di kita latihan hanya tiga kali sepekan, di Jaya Raya sehari dua kali, pagi dan sore," terang Rahmani kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Disbudpar Kotabaru Optimistis Tidak Kecewakan Tim Pengawal Pembangunan dari Kejaksaan Negeri

Ditambahkan dia, motivasi tim Jaya Perkasa Baritokuala mengikuti ajang Daihatsu Open ini untuk memberikan pengalaman dan kesempatan bertanding kepada anak asuhannya agar lebih banyak merasakan atmosfer kejuaraan level nasional.

Selain Farid, PB Jaya Perkasa Batola mengirimkan delapan atlet putra dan putri. Di ajang Daihatsu Astec ini masih menyisakan dua pebulutangkis putri di kelompok remaja dan kelompok anak-anak. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved