Kriminalitas Regional

Ada Apa? Melumpuhkan Pria Ini Polisi Harus Memuntahkan 9 Peluru, Istri Merasa Ada yang Janggal

Kedatangan Esti yang didampingi Robinson (47), kakak iparnya, untuk melapor salah satu petinggi Polres OKU Timur.

Ada Apa? Melumpuhkan Pria Ini Polisi Harus Memuntahkan 9 Peluru, Istri Merasa Ada yang Janggal
THINSTOCK
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALEMBANG - Merasa suaminya meninggal dunia tak wajar karena ditembak, Esti Novitasari (31), mendatangi Bidang Propam Polda Sumsel, Selasa (16/10/2018).

Kedatangan Esti yang didampingi Robinson (47), kakak iparnya, untuk melapor salah satu petinggi Polres OKU Timur.

Dalam laporannya, Esti meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penyebab kematian suaminya.

Robinson mengatakan, pihak keluarga merasa tak terima atas kematian Apriansyah (39) yang ditembak polisi karena melawan dan dituduh sebagai bandar narkoba.

Ketika itu pihak keluarga mengetahui bahwa jasad Apriansyah sudah berada di kamar mayat di Kabupaten OKU Timur.

Kecurigaan keluarga muncul ketika hendak memandikan jenazah. Keluarga melihat bekas lobang yang diduga akibat tembakan di tubuhnya. Total ada sembilan peluru yang bersarang.

Dengan rincian, dua lobang di dada kiri dan kanan, satu lobang di ulu hati, dua lobang di perut kiri dan kanan, dua lobang di paha kiri dan kanan, pergelangan tangan kiri, serta satu lobang di punggung.

"Waktu kami balikkan badannya, ada sebutir peluru yang jatuh. Ternyata, peluru itu berasal dari tembakan di punggung yang belum dikeluarkan," ujar Robinson.

Merasa tidak beres, pihak keluarga mendatangi Polres OKU Timur untuk mencari tahu penyebab kematian korban.

Barulah dijelaskan polisi bahwa korban ditembak saat razia di Jalan Belitang-Martapura OKU Timur, beberapa jam sebelum beredar di medsos.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved