Hari Pangan Sedunia

Perwakilan FAO : Meningkatnya Proporsi Obesitas Menjadi Salah Satu Tantangan Dunia

Stephen Rudgard, FAO Representative mengatakan angka kelaparan terus kini meningkat selama hampir tiga tahun terakhir.

Perwakilan FAO : Meningkatnya Proporsi Obesitas Menjadi Salah Satu Tantangan Dunia
banjarmasinpost.co.id/AR Abdul Gani
Stephen Rudgard, Perwakilan FAO saat pembukaan Hari Pangan Sedunia di Jejangkit Batola, Kamis (18/10/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Stephen Rudgard, FAO Representative mengatakan angka kelaparan terus kini meningkat selama hampir tiga tahun terakhir .

Orang-orang di dunia yang menderita kurang makan kronis, telah meningkat dari sekitar 804 pada 2016 menjadi hampir 821 juta 2017, 11 persen dari populasi dunia atau setara dengan satu dari sembilan orang di planet.

Konflik, pengaruh cuaca ekstrem yang terkait dengan perubahan iklim, dan perlambatan ekonomi membalikkan kemajuan yang dibuat dalam perang melawan kelaparan.

Namun, pertumbuhan jumlah orang yang kekurangan makanan bukanlah satu-satunya tantangan besar yang dunia hadapi.

Proporsi obesitas atau kegemukan dewasa ini terus meningkat. Pada tahun 2016, orang yang menderita obesitas di dunia adalah 13, 3 persen (672, 3 juta orang) meningkat sekitar 2 % dari tahun 2%.

Baca: 3 Cara Cek Pengumuman Kelulusan Seleksi Administrasi Usai Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Baca: Kisi-Kisi Soal Tes CPNS Usai Lolos Verifikasi Administrasi Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id

Pada 2017, juga ditemukan sekita 1,5 miliar orang menderita ”kelaparan yang tersembunyi” (hidden hunger) yaitu makanan yang mereka makan tidak memiliki vitamin dan mineral yang cukup dan dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan.

”Masalah kekurangan gizi masih tetap di banyak bagian di wilayah ini. Di Indonesia, Kantor Wakil Presiden menegaskan, baru minggu lalu, bahwa lebih dari sepertiga anak-anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. angka yang terbilang tinggi untuk negara'dengan status ekonomi seperti Indonesia," jelasnya pada pembukaan Hari Pangan Sedunia di Indonesia hari ini (18/10/2018).

Dalam laporan global terbaru tentang “Status Kerawanan Pangan dan Gizi 2018” ( SOFI 2018) yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, lndonesia adalah negara di dunia yang menunjukkan prevalensi tinggi dalam ketiga bentuk kekurangan gizi anak kelambatan pertumbuhan (stunting), kekurangan berat badan (wasting) dan kegemukan (obesity).

Data statistik mencerminkan penyebab utama kondisi tersebut adalah akses yang tidak memadai untuk mendapatkan makanan yang beragam dan bergizi. Produksi pangan dan ketersediaan pangan hanyalah salah satu faktor dari kondisi tersebut. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani)

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved