Yayasan Adaro Bangun Negeri

Tangan-Tangan Pembawa Terang

Hari Penglihatan Sedunia diperingati sebagai upaya meningkatkan kepedulian internasional terhadap isu global

Tangan-Tangan Pembawa Terang
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Sebagian dari kita mungkin belum mengetahui bahwa World Sight Day diperingati setiap Kamis minggu kedua bulan kesepuluh setiap tahunnya atau 11 Oktober 2018 silam, Hari Penglihatan Sedunia diperingati sebagai upaya meningkatkan kepedulian internasional terhadap isu global yang berkaitan dengan masalah kebutaan dan gangguan penglihatan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencetuskan Vision 2020 sebagai harapan agar terwujudnya penduduk dunia yang terhindar dari masalah gangguan penglihatan dan kebutaan ditahun 2020.

Namun bila melihat data yang ada, setidaknya ada 45 juta orang diseluruh dunia tengah menderita kebutaan, diperkirakan setiap menitnya terdapat 12 orang di dunia mengalami kebutaan dan 4 orang diantaranya berasal dari Asia Tenggara termasuk Indonesia.

YABN Adaro
YABN Adaro (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Di Indonesia sendiri memiliki presentase kebutaan cukup tinggi bila dibanding dengan beberapa negara lain di dunia.

Letak geografis yang berada di garis Khatulistiwa menyebabkan masyarakat Indonesia banyak terpapar sinar Ultraviolet berlebih sehingga menjadi salah satu penyebab seseorang menderita Katarak, dan hingga hari ini Katarak telah menjadi penyebab lebih dari 50% alasan kebutaan yang ada di Indonesia.

Dengan jumlah kasus baru penderita Katarak setiap tahunnya yang terus bertambah 0.1 persen dari jumlah penduduk atau 250 ribu orang setiap tahunnya.

YABN Adaro
YABN Adaro (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Pada umumnya penyakit ini sering ditemukan pada masyarakat lanjut usia atau sering disebut Katarak manula, namun Katarak dapat ditemui masyarakat dengan rentang usia muda karena penyebab tertentu.

Tingginya angka prevalensi Katarak di Indonesia mendorong PT Adaro Indonesia bersama Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melaksanakan Program Penanggulangan Buta Katarak gratis bagi sejumlah masyarakat.

Sejak tahun 2003 hingga 2018 tercatat ada 5.887 mata berhasil dioperasi untuk menanggulangi permasalahan katarak di 6 Kabupaten yang berada di wilayah kerja PT Adaro Indonesia, yaitu: Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Barito Kuala, Barito Timur dan Barito Selatan.

Dengan adanya program Operasi Katarak yang dijalankan oleh Adaro, diharapkan mampu membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dengan mengembalikan produktifitas masyarakat hingga lebih mandiri lagi serta untuk mendukung target WHO untuk menurunkan masalah gangguan penglihatan dan kebutaan di tahun 2020. (aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved