Gempa Donggala

Perdagangan Manusia Berkedok Keluarga Pengungsi Korban Gempa di Sulteng Dibongkar Wali Kota Ini

Aksi agen human trafficking atau perdagangan manusia yang menyamar jadi keluarga pengungsi dari Sulawesi Tengah ( Sulteng) berhasil digagalkan.

Perdagangan Manusia Berkedok Keluarga Pengungsi Korban Gempa di Sulteng Dibongkar Wali Kota Ini
istimewa
Ilustrasi/Kegembiraan anak pengungsi terdampak gempa bumi di lombok NTB menyambut HUT Ke-73 RI. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Aksi agen human trafficking atau perdagangan manusia yang menyamar jadi keluarga pengungsi dari Sulawesi Tengah ( Sulteng) berhasil digagalkan.

Wali Kota Makassar, Sulawesi Selasan (Sulsel) Mohammad Ramdhan Pomanto mengungkapkan, beruntung aksi agen human trafficking tersebut keburu terbongkar dan pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar segera mengambil tindakan pencegahan.

Seperti diketahui, Kota Makassar jadi salah satu tujuan pengungsi korban gempa bumi dan likuefaksi yang terjadi di Sulteng. Menurut Wali Kota Makassar

“Yang ngeri sekarang saya lihat, orang-orang yang mengaku keluarga pengungsi Sulteng. Tapi ternyata agen (human) trafficking. Dia jual anak-anak, terutama anak gadis," kata pria yang akrab disapa Danny Pomanto ini, Kamis (18/10/2018).

Baca: Cek Cara & Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id, Tips dari BKN

Baca: Jadwal & Klasemen MotoGP Motegi Jepang 2018 Live Trans 7 Jumat (19/10), Rekor Rossi Diincar Marquez

Baca: Dispensasi BKN untuk Pelamar Jelang Pengumuman Seleksi Administrasi CPNS 2018, Cek di sscn.bkn.go.id

"Ada pernah yang mau coba, tapi DP3A (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kota Makassar sudah mengambil tindakan awal pencegahan.” Danny Pomanto mengimbau kepada seluruh jajarannya agar mengantisipasi tindakan kejahatan yang mengancam pengungsi Sulteng yang ada di Kota Makassar.

Dia menugaskan RT/RW, Lurah, Camat, hingga dinas terkait harus melakukan monitoring terhadap pengungsi yang tinggal sementara di wilayahnya.

“Kalau ada yang mengaku keluarganya, bagaimana caranya dan administrasinya. Terus ada proteksi. Tidak sembarang orang mengaku keluarga pengungsi Sulteng," tegasnya.

"Ini menjadi kerawanan dan tugas bersama. Pengungsi yang ada di rumah-rumah, kontrolnya adalah masyarakat sendiri. Kesigapan RT/RW, LPM, Lurah, Camat, dinas terkait dan penasehat Wali Kota Makassar agar lebih meningkatkan pengawasannya di wilayah masing-masing,” lanjutnya.

Baca: Ritual Roro Fitria Sebelum dan Sesudah Masuk Penjara, Dulu Bertapa Kini Sering Baca Yasin

Baca: Jadwal Timnas U-19 Indonesia vs Qatar Piala Asia U-19 2018, Timnas Qatar Tak Sabar Hadapi Indonesia

Baca: Sekolah di Perbatasan Ini Tutup Karena Ketiadaan Murid, Ini yang Dilakukan Disdik Banjar

Danny juga berharap, kejadian pemerkosaan terhadap anak pengungsi yang terjadi salah satu rumah kosong di Kompleks Bumi Permata Sudiang (BPS), Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar tidak terulang kembali.

Dia sudah memerintahkan semua RT/RW melaporkan kalau ada pengungsi di wilayahnya. Lurah dan Camat juga harus tahu. RT/RW harus melaporkan berapa banyak pengungsi di wilayahnya dan mereka wajib memonitor.

"Kejadian yang kemarin jangan sampai terulang, persoalannya monitoring. Jangankan pengungsi, tapi semua orang di Makassar harus terlindungi,” tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wali Kota Makassar: Ada Agen "Human Trafficking" Mengaku Jadi Keluarga Pengungsi Sulteng"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved