Berita Hulu Sungai Tengah

RSUD Damanhuri Operasikan CT Scan, Tarifnya Lebih Murah dari RSUD Ansari Saleh

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD H Damanhuri Barabai, dr Dessy Zuanita Lestari mengatakan, pihaknya kini membuka pelayanan tersebut.

RSUD Damanhuri Operasikan CT Scan, Tarifnya Lebih Murah dari RSUD Ansari Saleh
Hanani
Dokter Sepesialis Radiologi H Harkani dan petugas radiographer saat mengecek alat CT Scan di ruang Radiologi RS Damanhuri Barabai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Setelah launching alat CT Scan 21 Desember 2017 lalu, manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Damanhuri Barabai, akhirnya mengoperasikan alat pendukung diagnosa medis tersebut, terhitung mulai Senin 15 Oktober 2018. Warga Hulu Sungai Tengah pun tak lagi dirujuk keluar daerah jika membutuhkan alat itu.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD H Damanhuri Barabai, dr Dessy Zuanita Lestari mengatakan, pihaknya kini membuka pelayanan tersebut.

“Tak hanya untuk masyarakat HST, kami juga melayani warga lainnya dari kabupaten lain, yang rumah sakitnya belum dilengkapi CT Scan,” kata Dessy, kepada banjarmasinpost.co.id, Jumat (19/10/2018).

Baca: Soal Peluang Jokowi Terpilih Jadi Presiden Lagi, Gibran Rakabuming: Kalau Nggak Menang Ya Syukur

Dijelaskan, selama ini di Kalsel, untuk rumah sakit pemerintah pelayanan CT Scan hanya dimiliki rumah sakit Tipe B, yaitu RSUD H Hasan Basery Kandangan, RSUD Ansari Saleh Banjarmasin, serta tipe A RSUD Ulin Banjarmasin. “Dengan dibukanya pelayanan ini di RSUD Damanhuri, memudahkan akses masyarakat, khususnya HST tak lagi harus keluar daerah,”kata Dessy.

Dijelaskan, untuk tenaga operasional, ada dua orang yang sudah dilatih, dan saat ini sudah transfer ilmu mereka ke seluruh radiographer di RSUD H Damanhuri. Termasuk dokter radiologinya, yaitu dr H Harkani Spesialis Radiologi, telah mendapatkan pelatihan di RSUD Ulin Banjarmasin.

Baca: Promosikan Martabak, Gibran Putra Presiden Jokowi Sambangi Kantor Banjarmasin Post Group

Mengenai tarif, menurut Dessy, telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten. “Berapa besarnya, saya tidak hapal, kantor kalau mau rinciannya, nanti di kantor. Yang jelas lebih rendah sekitar 20 persen dibanding RS Kandangan,” kata Dessy.

Sebelumnya, Dessy menyebutkan, penerapan tarif lebih rendah, karena sesuai type, RSUD Barabai masih tipe C. Sedangkan RSUD di Kandangan tipe B, sehingga otomatis tarif di tipe C lebih murah, namun untuk pelayanannya sama saja.

Apa pentingnya Rs daerah memiliki CT Scan? Menurut Dessy, tentunya untuk memudahkan masyarakat HST.

Baik dari sisi waktu, tenaga dan biaya, bisa ditekan, ketimbang berobat ke luar daerah. Sekalipun saat ini alat tersebut terlebih dahulu dimiliki RSUD H Hasan Basri Kandangan, yang operasional sejak 2016 lalu. “Ini juga untuk membantu RSHB melayani pasien se-Banua Anam, karena saat ini di Banua Anam, baru ada di Kandangan,” jelasnya.

Baca: Tak Live TV! Timnas U-19 Korea Selatan vs Australia di Piala Asia U-19 2018, Calon Lawan Indonesia?

Apalagi, lanjut dia, banyak warga HST yang memerlukan, terutama dalam kondisi darurat. Seperti pasien kecelakaan yang mengalami cidera di bagian kepala.Atau bagian tubuh lainnya untuk mendukung diagnosa medis.CT Scan, alat yang mampu memindai seluruh bagian tubuh manusia secara lebih detil, atau lebih spesifik atas suatu kondisi penyakit.

Seperti mendeteksi adanya tumor otak, scan bagian perut, paru dan seluruh bagian tubuh lainnya. CT scan yang dimiliki Rs Damanhuri, dengan 68 slice , bisa up sampai 128 slice. Harganya, Rp 12 miliar. Disebutkan, ada tujuh operator radiographer, yang dipimpin dokter radiologi, Harkani, spesialis Radiologi. Adapun merknya, Siemens Samatom Perspective buatan Jerman dengan daya 70 kilo volt amper.

Pengoperasian alat tersebut, didukung daya listrik yang cukup setelah mendapat dukungan PLN Area Barabai. Jika sebelumnya daya listrik di RSHD hanya 200 KVA, sekarang menjadi 1.000 KVA. Dessy menjelaskan, Pemkab HST menggunakan sistem kerjasama operasional (KSO) untuk bisa memiliki alat tersebut. Sebuah perusahaan PT Prima Kimia Surya, bersedia meminjamkan alat tersebut ke pihak rumah sakit, dengan sistem bagi hasil. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved