Berita Hulu Sungai Utara

Terkait Banyaknya Sampah Tidak Terangkut, Ini yang Bakal Dilakukan Pemkab HSU

Kegiatan ini juga dihadiri kepala dinas Bappelitbang HSU, Kepala Dinas Diskoperindagkop HSU,seluruh perwakilan SKPD

Terkait Banyaknya Sampah Tidak Terangkut, Ini yang Bakal Dilakukan Pemkab HSU
reni kurnia wati
Kegiatan launching Gerakan HSU Barasih di Aula Bappelitbang HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Produksi sampah di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) setiap harinya sekirar 50 ton sampah, sementara yang dapat diangkut hanya sekitar 55% sampah per harinya, karena terkendala kurangnya armada pengangkut sampah dan sumber daya manusia.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perkim dan LH Rusnaidi dalam kegiatan launching Gerakan HSU Barasih di Aula Bappelitbang HSU.

Kegiatan ini juga dihadiri kepala dinas Bappelitbang HSU, Kepala Dinas Diskoperindagkop HSU,seluruh perwakilan SKPD dilingkungan Kabupaten HSU.

Baca: 2,3 Juta Pelamar Lolos! Cek Hasil Seleksi Administrasi Penerimaan CPNS 2018, Ini Link sscn.bkn.go.id

Kepala Disperkim LH Hsu Rusnaydi dalam sambutannya menyampaikan Gerakan Hulu Sungai Utara Barasih merupakan implementasi instruksi dari Presiden Republik Indonesia nomor 12 tahun 2016; ada 5 program yang harus dilaksanakan, salah satunya adalah program gerakan bersih.

Tujuan gerakan ini yaitu untuk melakukan kesepakatan dengan SKPD terkait maupun dari pihak swasta, berkomitmen bersama mengurangi produksi sampah yang ada di Kabupaten HSU.

Rusnaidi menambahkan, kebijakan Gerakan HSU Barasih dengan pemerintah maupun non pemerintah merupakan kesepakatan untuk mengurangi produksi sampah, baik di lingkungan kantor pemerintahan, non pemerintahan, maupun rumah-rumah.

Baca: Jadwal Piala Asia U-19 2018 di Grup D, Sabtu (20/10), Arab Saudi vs Malaysia Live Fox Sport 2

"Di setiap instansi nanti juga akan dibentuk bank sampah yang nasabahnya adalah pegawai, " ujarnya.

Rusnaidy mengharapkan adanya koordinasi semua instansi dan lapisan masyarakat dalam pemilahan dan pengolahan sampah tujuannya tidak hanya untuk meraih Adipura, namun juga dapat menjadi budaya hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, ia mengingatkan supaya sampah-sampah yang hendak dibuang agar terlebih dahulu dipilah dan sebaiknya dapat dimanfaatkan dalam pengolahan limbah sampah.

Pihaknya juga berupaya untuk menambah armada secara bertahap agar seluruh sampah bisa terangkut. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved