Berita Kotabaru

Sebut Kotabaru Mulai Krisis Qori dan Qoriah, Begini Kekecewaan Bupati Sayed

Musabaqah tilawati quran ke-46 tingkat Kecamatan Pulaulaut Utara digelar di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru

Sebut Kotabaru Mulai Krisis Qori dan Qoriah, Begini Kekecewaan Bupati Sayed
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, Ketua TP PKK Hajjah Fatma Idiana Sayed Jafar dan forkopinda saat pembukaan MTQ tingkat kecamatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Musabaqah tilawati quran ke-46 tingkat Kecamatan Pulaulaut Utara digelar di Desa Gunung Ulin, Kecamatan Pulaulaut Utara Kotabaru telah dibuka, Jumat (19/10/2018) malam.

Pembukaan MTQ yang diikuti peserta, qori dan qoriah dari masing-masing desa di kecamatan Pulaulaut Utara langsung oleh Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, ditandai dengan pemukulan beduk.

Ketua LPTQ Kabupaten Kotabaru Ali Nurdin dalam laporannya mengatakan, terlaksananya kegiatan MTQ atas dukungan dan partisipasi berbagai pihak.

Memberikan bantuan dana pelaksanaan baik secara pribadi maupun atas nama institusi pemerintahan, DPRD, perusahaan swasta, perusahaan daerah, perbankan, serta tingkat desa.

Menurut Ali Nurdin, untuk penyelenggaraan MTQ panitia pelaksana juga mendapat bantuan pribadi Bupati Kotabaru Rp 10 juta.

Baca: Siangnya Warga Aluhaluh Makin Heboh! Ini Foto-foto Panampakan Diduga Babi Ngepet

Baca: Begini Lucunya Aksi Joe Taslim Ngobrol Tentang Filmnya Bersama Seungri Bigbang

Baca: Pengumuman Lengkap Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2018 Kemenkumham RI Bukan Via Sscn.bkn.go.id

"Total dana dikumpulkan sebesar Rp 104 juta lebih," kata Ali Nurdin menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan.

Ditambahkan Ali Nurdin, pelaksanaan MTQ diikuti sebanyak 92 qori dan qoriah dari 21 desa di Kecamatan Pulaulaut Utara, kecuali lima desa yang tidak mengirimkan qori dan qoriah.

Antara lain desa Rampa, Sarangtiung, Sigam, Tirawan dan desa Stagen, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Hal itu langsung memantik kekecewaan Bupati Kotabaru H Sayed Jafar yang menyatakan, ada desa hanya mengirimkan qori dan qoriah sebanyak satu orang.

Terlebih rasa kecewa orang nomor satu di Bumi Saijaan ini terhadap beberapa desa yang tidak mengirimkan qori dan qoriahnya.

"Dengan adanya desa tidak mengirimkan pesertanya, berarti saat ini kita sudah kehabisan stok qori dan qoriah. Camat harusnya jauh-jauh menyosialisasikan," ujar Sayed.

Maka dari itu, bupati juga berpesan kepada orangtua agar mengajarkan anak-anak mereka, bukan cuma pada ilmu pendidikan, ilmu keagamaan bagian yang sangat penting dalam kehidupan.

"Jangan cuma menyekolahkan anak sampai ke pendidikan yang tinggi. Tapi agama (membaca alquran) juga penting," tandas Sayed.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved