Berita Banjarbaru

Terapkan Banjarbaru Sebagai Kota Inklusi, Pemko Ajak 100 Guru Nonton Bareng Film Ini

H Nadjmi Adhani mengatakan nonton bareng ini merupakan salah satu langkah Pemko Banjarbaru yang menerapkan kota inklusi.

Terapkan Banjarbaru Sebagai Kota Inklusi, Pemko Ajak 100 Guru Nonton Bareng Film Ini
HO/Humas Pemko Banjarbaru
100 Guru ikut nonton bareng film Dancing in The Rain. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tak biasa, jika studio diisi oleh masyarakat dengan pakaian fashionable, Selasa (23/10/2018) studio cinemax Banjarbaru justru diisi oleh pegawai Pemkot Banjarbaru berseragam dinas.

Kali itu seratus guru PAUD dan TK di Banjarbaru nonton bersama film The Dancing in The Rain yang menceritakan kisah tiga orang yang seorang anak berkebutuhan khusus (ABK). Tak hanya guru,kepala SKPD di lingkungan Pemko Banjarbaru juga turut mengikuti nonton bareng.

Wali Kota Banjarbaru, H Nadjmi Adhani mengatakan nonton bareng ini merupakan salah satu langkah Pemko Banjarbaru yang menerapkan kota inklusi.

Setiap SKPD terangnya harus memahami seorang ABK dan difabel agar bisa memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat tanpa membeda-bedakan dari segi difabel atau tidak.

Baca: Malam Ini, BKD Umumkan Hasil Seleksi Verifikasi Berkas Pelamar CPNS 2018, Cek website BKD Tanbu

Baca: BKN Jelaskan Kenapa Pelamar Tak Bisa Cetak Kartu Tes SKD Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018

Termasuk guru paud dan TK terangnya yang menjadi guru pertama di pendidikan formal harus mengerti kehidupan seorang ABK. Sehingga dalam pembelajaran nantinya bisa memberikan pembelajaran terbaik bagi anak.

Kali itu nonton bersama film ABK diadakan oleh Forum Komunikasi Orangtua Anak Spesial Indonesia (Forkasi) Kota Banjarbaru dengan Pemko Banjarbaru, dan Pokja Pendidikan Inklusi.

Ketua Forkasi, Khusnul Khotimah mengatakan nonton bareng film tentang ABK tersebut merupakan salah satu kegiatan dari Forkasi. Namun untuk Forkasi Kota Banjarbaru merupakan yang pertama dan akan dilakukan lagi nanti.

"Kita ingin menebar empati dan ingin masyarakat lebih tahu tentang ABK itu apa saja dan bagaimana saja," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Amalan dan Doa Agar Lulus CPNS 2018 : Ini Doa Hajat Jelang Ujian CPNS 2018

Baca: Live Streaming Liga Champions di RCTI : Man United vs Juventus & AEK Athens vs Bayern Muenchen

ABK terangnya terdiri dari dua jenis yaitu ABK fungsi dan ABK organ. Dalam film semua tokoh utama adalah seorang ABK yaitu Bantu yang diperankan Dimas Anggara merupakan seorang ABK fungsi, sementara tokoh Radin yang diperankan Dev Mahendra dan Kinara yang diperankan Bunga Zainal menderita ABK organ.

"Selama ini banyak masyarakat yang salah kaprah mengira ABK hanya mereka yang menderita autis, hiperaktif dan slow learner dan lainnya tapi sebenarnya ABK juga bisa karena ada kelainan organ di tubuh seseorang seperti gagal jantung dan meningitis dalam film," jelasnya.

Sementara kepala sekolah TK Angkasa 1 Lanud Syamsudin Noor Banjarmasin, Tisnawati mengatakan nonton bersama tentang film ABK membuat dirinya terenyuh dan kembali mengingat peran guru yang harus memberikan pendidikan terbaik untuk murid.

"Nonton film bersama ini sangat menarik, dan saya harapkan guru, termasuk saya sendiri kembali sadar akan peran besar seorang guru dan memberikan pembelajaran terbaik tanpa membeda-bedakan murid," terangnya yang juga ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTK) Kota Banjarbaru ini. (Banjarmasinpost.co.id/milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved