Kriminalitas Tanahlaut

Bawa Belati, Dua Pekerja Arang di Takisung Tanahlaut Terancam Penjara Lima Tahun

Kedua orang warga RT4 Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut itu, kedapatan membawa sebilah senjata tajam (sajam) jenis belati

Bawa Belati, Dua Pekerja Arang di Takisung Tanahlaut Terancam Penjara Lima Tahun
HO/Polres Tala
Polisi menunjukkan barang bukti belati milik dua orang warga RT4 Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut itu

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Dua pekerja pabrik Arang di Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Husaini (40) dan Hurpani (35) bakal terancam pidana penjara maksimal lima tahun.

Kedua orang warga RT4 Desa Ranggang, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut itu, kedapatan membawa sebilah senjata tajam (sajam) jenis belati, Rabu (10/10/2018) sekitar pukul 18.30 Wita.

Sajam Husaini ditemukan polisi di dalam jok sepeda motor dan sajam Hurpani diselipkan di gelas toples warung malam di Desa Ambungan, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut.

Hurpani dan Husaini saat ditanyai Kabag Ops Polres Tanahlaut Kompol Fauzan Arianto, mengaku awalnya dari Desa Ranggang niatnya untuk beli minuman di warung malam Desa Ambungan.

Baca: Jadwal Perempatfinal Piala AFC U-19 2018 Timnas U-19 Indonesia vs Jepang Live RCTI

Kemudian, alasan membawa sajam jenis belati dari Desa Ranggang untuk kepentingan menjaga diri saja. Hurpani dan Husaini berboncengan dari Desa Ranggang menuju Desa Ambungan.

Apes, keduanya tidak mengetahui jajaran Polres Tanahlaut dan seluruh Polsek melakukan patroli dan operasi cipta kondisi dengan sasaran premanisme dan kejahatan jalanan.

Kabag Ops Polres Tanahlaut Kompol Fauzan Arianto mengatakan kedua tersangka terancam penjara lima tahun karena melanggar pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

Kompol Fauzan Arianto menegaskan saat ini pihaknya meningkatkan kegiatan cipta kondisi di wilayah hukum Polres Tanahlaut untuk memastikan masyarakat merasa nyaman dan damai selama tahapan kampanye pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019.

Kawasan Gunung Kayangan dan Desa Ambungan serta Desa Sungaijelai menjadi atensi kepolisian sejak peristiwa pemalakan yang dilakukan premanisme. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved