Berita Kabupaten Banjar

Ini Tujuh Sasaran Operasi Zebra Intan di Kabupaten Banjar

Tujuh sasaran dalam Operasi Zebra Intan 2018 yang akan dilaksanakan oleh Satlantas Polres Banjar mulai 30 Oktober sampai 12 November 2018.

Ini Tujuh Sasaran Operasi Zebra Intan di Kabupaten Banjar
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Lantas Polres Banjar, AKP Indra Agung P 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Tujuh sasaran dalam Operasi Zebra Intan 2018 yang akan dilaksanakan oleh Satlantas Polres Banjar mulai 30 Oktober sampai 12 November 2018.

Yakni pengendara yang tidak mengenakan helm, pengendara mobil yang tidak memasang sabuk pengaman.

Sasaran berikutnya adalah pengendara mobil yang mengemudi diatas kecepatan normal, mengemudi dalam keadaan mabuk pengaruh narkoba atau miras, menggunakan handphone saat mengemudi kendaraan bermotor, serta pengendara yang belum memiliki SIM di bawah umur dan sasaran terakhir pengendara yang melawan arus.

Kasat Lantas Polres Banjar, AKP Indra Agung P Putra, Jumat (26/10), mengimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi peraturan lalulintas serta melengkapi surat kendaraan bermotor.

Baca: Charly Van Houten Kembali Digugat Cerai Istrinya: Duhai Istriku, Kembalilah ke Dekapan Tulusku

Baca: Jadwal Tes SKD Kemenag Ditunda Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018, Ini Penjelasannya

Baca: Cara Cepat Jawab Tes SKD dan Contoh Soal Tes CPNS Usai Seleksi Administrasi CPNS 2018

“Kami imbau masyarakat utamanya pengendara kendaraan roda dua dan empat agar selalu tertib berlalulintas, serta selalu membawa SIM, STNK dan menggunakan kelengkapan berkendara guna mensukseskan kegiatan Operasi Zebra Intan 2018,” katanya.

Dia berharap, adanya pelaksanaan Operasi Zebra Intan 2018 ini semakin membuat masyarakat sadar dan mengerti betapa pentingnya budaya tertib berlalulintas.

Dikarenakan banyaknya kejadian kecelakaan lalulintas disebabkan oleh faktor pelanggaran lalulintas.

Dirinya pun mengharapkan, Operasi Zebra Intan 2018 dapat menciptakan budaya tertib lalulintas masyarakat, sehingga dapat menekan angka kecelakaan lalulintas di Kabupaten Banjar.

Kanit Dikyasa Satlantas Polres Banjar, H Tata mengatakan, pengalaman dari beberapa kali menggelar razia umumnya yang terjaring adalah pengendara ketinggalan SIM, STNK dan ada juga SIM sudah tidak berlaku lagi alias mati.

“Razia selain mengurangi angka kecelakaan lalulintas juga menekan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Banjar,” imbuhnya.

Terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Banjar, Ipda Marjuki memaparkan angka tingkat kecelakaan lalulintas di Kabupaten Banjar. Sepanjang 2018 ini tercatat korban meninggal dunia sudah sebanyak 40 orang, luka berat sebanyak 15 orang dan luka ringan sebanyak 40 orang, dengan total kejadian sebanyak 57 kejadian.

Angka korban meninggal dunia di 2018 lebih sedikit dibanding 2017 yakni sebanyak 80 orang dengan jumlah kejadian sebanyak 119 kali. Sedangkan di 2016, korban meninggal dunia sebanyak 84 orang dari total 165 kejadian.

“Kalau melihat berdasarkan data, dalam setiap tahunnya memang alami penurunan kejadian kecelakaan lalulintas. Tentunya menjadi harapan tingkat kecelakaan lalulintas di Kabupaten Banjar bisa terus ditekan,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved