Berita Tabalong

Fire Fighting Fitness Drill IFRC 2018, Adu Cepat Taklukan Berbagai Tantangan di Tiga Lokasi Terpisah

Kekuatan fisik dan kekompakan peserta Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) PT Adaro Indonesia benar-benar diuji dalam lomba

Fire Fighting Fitness Drill IFRC 2018, Adu Cepat Taklukan Berbagai Tantangan di Tiga Lokasi Terpisah
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Kekuatan fisik dan kekompakan peserta Indonesia Fire Rescue Challenge (IFRC) PT Adaro Indonesia benar-benar diuji dalam lomba di hari terakhir, Sabtu (27/10/2018).

Secara bergiliran sejak pagi hingga sore, 24 tim peserta harus menaklukan tantangan bagi pamungkas yang dikemas dalam lomba Fire Fighting Fitness Drill.

Ketangguhan fisik peserta diuji karenatantangan Fire Fighting Fitness Drill ini menggunakan empat lokasi terpisah sekaligus dengan penilaian kecepatan waktu.

Diawali dari halaman Pendopo Bersinar sebagai garis start untuk melakukan lari secara, kemudian ke area fasilitas panjat tebing untuk memanjat secara cepat.

Baca: Latihan Soal Tes SKD di Contoh Soal Tes CPNS Bagi Peserta Lolos Seleksi Administrasi CPNS 2018

Baca: Cek Lokasi Tes CPNS 2018 Jelang Tes SKD di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta

Baca: Intip OOTD Kekasih Deddy Corbuzier, Sabrina Chairunnisa Saat Hadiri Jakarta Fashion Week 2018

Dari area panjat tebing, tim harus dengan cepat masuk kolam renang Pembataan untuk melakukan renang dan setelah itu kembali berlari untui masuk ke dalam Stadion Sepakbola Pembataan.

Di dalam stadiob dengan memakai lintasan lari, tim kembali harus bisa mencatatkan waktu dengan cepat untuk melalui beberapa rintangan.

Mulai dari rintangan merayap, gantung, melewati jala dan terakhir berlari sekitar 100 meter ke garis finish dengan membawa tandu berisi manekin korban yang beratnya hampir 80 kilogram.

Menurut seorang assessor dalam tantangan ini, dr David Waworuntu, selain kecerdasan kognitif juga diperlukan kemampuan fisik prima bagi rescuer.

Pasalnya, site operasional mereka, umumnya berada di wilayah terpencil, kebugaran fisik sangat menentukan.

"Saat bertugas, dalam kondisi apapun, cuaca bagaimanapun, mereka harus siap merespon," kata David.

Tantangan ini, lanjut David, bertujuan untuk memastikan tim, selain berlatih tekhnik, juga melatih fisik.

Dengan posisi project yang jauh, jarak station dengan area insiden serta klinik berjauhan, jika kondisi fisik tidak prima, bisa berakibat pada lambannya waktu respon.

Menghadapi tantangan fisik semacam ini, David menyarankan, sejak rekrutmen sudah harus diperhatikan.

"Terutama persoalan fisiknya. Masing-masing tim agat membuat jadual latihan yang berseling, misalnya latihan functional otot, kardio, aerobik. Disesuaikan dengan site area," pungkasnya. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved