Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Jangan Coba-coba Bawa Parang Tengah Malam, Nasibnya Bakal Sama dengan Pria Ini‎

Tujuannya agar mencegah kasus penganiayaan dengan senjata tajam serta rawan tindak kejahatan.

Jangan Coba-coba Bawa Parang Tengah Malam, Nasibnya Bakal Sama dengan Pria Ini‎
tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Penertiban terhadap warga yang membawa senjata tajam tanpa izin terus dilakukan Polres Hulu Sungai Tengah, melalui patroli dan razia rutin.

Tujuannya agar mencegah kasus penganiayaan dengan senjata tajam serta rawan tindak kejahatan.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, melalui Humas Polres HST Bripka M Husaini, Sabtu (27/10/2018) mengatakan, untuk hasil patroli tersebut, tim gabungan Polres HST dan Polsek Haruyan membekuk salah satu warga.

Dia adalah PRD (29), warga Desa Longawang RT 01 Kecamatan Telaga Langsat, Hulu Sungai Selatan.

Pria tersebut kedapatan membawa senjata tajam jenis parang, Kamis 25 Oktober 2018 sekitar pukul 02.00 wita atau dinihari.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Semifinal French Open 2018: Greysia/Apriyani vs Jepang

"Dia Dibekuk dan dibawa ke Mapolsek Haruyan, karena tak memiliki surat izin membawa sajam, dan alasan membawa senjata tajam itupun tak dapat dibenarkan. Apalagi di tengah malam," kata Husaini.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming TV One - Live Streaming Madura FC Vs Persiraja Liga 2 2018

Dijelaskan tersangka tertangkap saat melintas di jalan umum Desa Pangambau Hilir Luar Kecamatan Haruyan, Saat itu, kata Husaini gerak geriknya mencurigakan.

Saat dilakukan pemeriksaan, tersangka terlihat gugup. Apalagi setelah badannya digeledah, ditemukan sebilah parang yang ditaruh di dalam jok sepeda motornya.

Baca: Maia Estianty Dikabarkan Akan Menikah Lagi, Lihat Kesibukan di Rumah Maia

"Saat ditanya surat izin, dia tak bisa menunjukkannya, sehingga anggota Polsek Haruyan membawanya ke Mapolsek beserta barang buktinya," kata Husaini.

Tersangka, dijerat pasal 2 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam,yaitu tanpa hak membawa, memiliki, menyimpan, dan menguasai senjata tajam, tanpa izin. Tersangka terancam pidana penjara dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Mengingat beratnya ancaman UU tersebut, Kapolres kata Husaini mengimbau warga agar menaati aturan tersebut dengan tak membawa senjata tajam saat bepergian. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved