Berita Tabalong

Percepat Program ODF, Dinkes Tabalong Libatkan Peranan Ibu untuk Lakukan Ini

Satu cara yang ditempuh dibuatnya Gerakan Tuntas (Tinggalkan Buang Air Besar Sembarangan untuk Tabalong Sehat)

Percepat Program ODF, Dinkes Tabalong Libatkan Peranan Ibu untuk Lakukan Ini
Istimewa
Pelantikan ibu-ibu sebagai fasilitator dalam gerakan Stop BABS dilakukan Ketua TP PKK Tabalong Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Program untuk melakukan percepatan bebas buang air besar sembarangan (BABS) atau Open Defication Free (ODF) bisa diterapkan di semua desa di Kabupaten Tabalong, saat ini terus berjalan.

Satu cara yang ditempuh dibuatnya Gerakan Tuntas (Tinggalkan Buang Air Besar Sembarangan untuk Tabalong Sehat) yang juga telah diwujudkan dengan pembentukan kelompok kerja (pokja) melibatkan semua pihak terkait termasuk kalangan swasta dari level kabupaten hingga ke desa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie, Sabtu (27/10/2018), mengatakan, melalui gerakan Tuntas ini pihaknya juga melibatkan peranan ibu untuk mendukung program ODF.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) Beinsport 3 Empoli vs Juventus Liga Italia Pekan 10, Ronaldo Main

"Karena ibu ini sebagai madrasah dalam keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satu komponennya adalah jamban keluarga," terangnya.

Untuk bisa memaksimalkan peran ibu ini, imbuhnya ada beberapa pendekatan yang dilakukan, seperti melatih ibu sebagai kader.

Baca: Head to Head & Prediksi El Clasico Barcelona vs Real Madrid Liga Spanyol Pekan 10 Live SCTV

"Kemarin kita lakukan untuk lima desa di kecamatan Haruai, ada enam orang ibu-ibu untuk tiap desanya kita beri materi tentang sanitasi total berbasis masyarakat (STBM),"katanya.

Setelah mendapatkan pelatihan, ibu-ibu yang menjadi peserta dilantik oleh Ketua TP PKK Tabalong sebagai fasilitator yang bisa menjadi narasumber terkait STBM dalam CBO (Community Base Organization) seperti kelompok yasinan dan sejenisnya.

Baca: Jelang Barito Putera vs Persija Jakarta Liga 1 2018, Rizky Pora Cs Fokus Latihan di Tempat Ini

Dengan pelantikan sekaligus disertai pencanangan untuk lima desa di Kecamatan Haruai ini diharapkan nantinya bisa segera diikuti desa-desa lainnya yang belum ODF.

Ditegaskan dr Taufik, bicara strategi Gerakan Tuntas ini tidak hanya sekadar membangun jamban, tapi bagaimana mengubah perilaku hidup sehat masyarakat.

"Nah inilah, ibu ini bukan orang yang bisa bangun jamban tapi memicu mengubah perilaku terutama di keluarganya sendiri, makanya ada istilah ibu ini madrasah dalam keluarga dan kami menyebut inovasi ini dengan Aksi Mama dalam Stop BABS," ungkapnya.

Selain pencananganan Aksi Mama dalam Stop BABS, tambah dr Taufik, di hari yang sama juga dilakukan peragaan pembuatan WC sendiri dengan teknologi sederhana untuk masyarakat.

Dengan cara mencetak sendiri peralatan untuk membuat WC, biaya pun jauh lebih rendah karena hanya perlu sekitar

Ketua TP PKK Tabalong Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani melakukan simbolis pembuatan WC.
Ketua TP PKK Tabalong Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani melakukan simbolis pembuatan WC. (Istimewa)

Melalui beberapa kegiatan dalam Gerakan Tuntas yang telah dilakukan ini, pihaknya punya keyakinan di tahun 2018 ini bisa menambah lagi 45 desa yang ODF dan di tahun 2019 sebanyak 30 desa.

"Karena 75 desa lagi yang belum ODF, insya Allah target kita akan tercapai," katanya.

Diketahui dari 131 desa dan kelurahan di Tabalong baru ada 56 desa yang sudah ODF, sehingga masih menyisakan 75 desa lagi dan ini ditargetkan tuntas di tahun 2019. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved