Bumi Antaluddin

Bantuan Pangan Non Tunai di HSS Sudah Mulai Diterapkan

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun 2018 sudah diterapkan dan bisa digunakan

Bantuan Pangan Non Tunai di HSS Sudah Mulai Diterapkan
Foto protokol dan kehumasan
Bupati HSS H Achmad Fikry secara resmi sudah melaunching BPNT Kabupaten HSS Tahun 2018 pada kamis (25/10) di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten HSS. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun 2018 sudah diterapkan dan bisa digunakan oleh keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten HSS.

Bupati HSS H Achmad Fikry secara resmi sudah melaunching BPNT Kabupaten HSS Tahun 2018 pada kamis (25/10) di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten HSS.

Saat launching BPNT itu juga dihadiri Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, Plh Sekretaris Daerah H Hubriansyah, Pimpinan Cabang BRI Kandangan Edy Legowo, tim peneliti dari Kementerian Sosial, Kepala SKPD, Camat dan para penerima manfaat program BPNT untuk Kecamatan Kandangan.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun 2018 sudah diterapkan dan bisa digunakan oleh keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten HSS.

Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Tahun 2018 sudah

diterapkan dan bisa digunakan oleh keluarga penerima manfaat (KPM) di Kabupaten HSS.

(Foto protokol dan kehumasan)

Kepala Dinas Sosial Hj Siti Erma mengatakan data dari Kementrian Sosial ada 15.747 KPM untuk BPNT Kabupaten HSS yang terdiri dari anggota program keluarga harapan (PKH) sebanyak 8.682 KPM, dan yang non PKH 7.065 KPH.

“Tapi setelah dilakukan verifikasi ada sebanyak 1.801 KPM yang tidak masuk lagi. Masih ada sejumlah masyarakat miskin tidak menerima BPNT, tetapi masuk dalam daftar base data terpadu (BDT). Maka akan diusulkan untuk juga mendapatkan BPNT," bebernya.

Setiap bulan KPM yang telah membuka rekening dan mendapat kartu belanja elektronik akan menerima transfer senilai Rp 110 ribu dari Bank BRI.

Bupati HSS H Achmad Fikry secara resmi sudah melaunching BPNT Kabupaten HSS Tahun 2018 pada kamis (25/10) di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten HSS.

Bupati HSS H Achmad Fikry secara resmi sudah melaunching BPNT Kabupaten HSS Tahun

2018 pada kamis (25/10) di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten HSS. (Foto protokol

dan kehumasan)

Bupati HSS H Achmad Fikry berharap dengan dilaunchingnya BPNT merupakan langkah awal yang baik untuk diteruskan dimasa-masa yang akan datang.

Pada lima tahun lalu, keluarga penerima manfaat menerima beras gratis dari Pemda, tetapi sekarang diberikan oleh pemerintah pusat secara gratis sebanyak 10 kg.

Namun polanya dengan menggunakan kartu yang nantinya ditukar dengan beras sesuai dengan keperluan.

Sisanya bisa dibelikan telur di e-warong atau ditempat yang sudah disediakan.

Menurut Bupati dua periode ini, langkah baik dari pemerintah agar para penerima manfaat bisa membeli beras sesuai dengan keperluan dan sistem yang baru ini lebih baik dan lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya.

Fikry berpesan kepada semua e-warong jangan ada e-warong yang menggantikan dengan uang, jangan sampai ada tengkulak yang beli di tengah jalan, dan jangan sampai merubah sistem yang nantinya bisa merusak tatanan yang sudah ada dan merusak mental masyarakat.

"Kepada penerima manfaat agar bisa menggunakan BPNT dengan benar dan kartu jangan sampai hilang," pesannya.

Kepada para Camat, Bupati berpesan untuk memantau kegiatan di lapangan, dan yang paling penting tidak merubah pola pikir masyarakat untuk berpikir sesaat. Dimana masyarakat menjual lagi beras dan telurnya, apalagi terjadi kesepakatan dengan pemilik e-warong.

Pimpinan Cabang BRI Kandangan Edy Legowo mengatakan BRI telah melaksanakan atau mengimplementasikan e-warong yang juga menjadi agen keliling di BRI sebanyak 181 dari 140 desa yang disalurkan dan masih banyak peminatnya untuk menjadi e-warong.

"Data yang harus dipenuhi minimal 280 e-warong karena satu desa minimal dua e-warong. Namun dilapangan ternyata tidak sama jumlah kpm yang menerima, karena ada satu desa hanya sekitar 40 kpm dan ada juga di atas seribu kpm, sedangkan rasio e warung melayani 250 kpm," bebernya.

Untuk desa-desa yang masih tidak ada sinyal, tetap diusahakan. Kalau tetap tidak bisa, nantinya di gabung dengan desa yang ada sinyalnya. (AOL/*)

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved