Advertorial Online BNNK HSS

BNNK HSS Gandeng Pekerja PLN Untuk Cegah Narkoba

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali melakukan kegiatan Diseminasi Informasi

BNNK HSS Gandeng Pekerja PLN Untuk Cegah Narkoba
BNNK HSS
BNNK HSS Gandeng Pekerja PLN Untuk Cegah Narkoba 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Hulu Sungai Selatan (HSS) kembali melakukan kegiatan Diseminasi Informasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) pada kalangan pekerja swasta/ BUMN/ BUMD.

Setelah sebelumnya diadakan kepada pekerja PDAM HSS, kali ini BNNK HSS menyasar pekerja PLN Rayon Kandangan.

Kegiatan yang ini dilaksanakan di Aula Kantor PLN Rayon Kandangan, Jumat (26/10) dihadiri lebih dari 20 orang pekerja teknis lapangan PLN.

Pada kesempatan itu, BNNK HSS mengajak untuk bersama-sama mencanangkan upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba khususnya di wilayah Kabupaten HSS.

BNNK HSS Gandeng Pekerja PLN Untuk Cegah Narkoba
BNNK HSS Gandeng Pekerja PLN Untuk Cegah Narkoba (BNNK HSS)


Kepala BNNK HSS, Maserup ME mengungkapkan bahwa Narkoba sekarang ini sudah merambah hingga ke pelosok daerah, mulai Kota hingga desa tak luput dari incaran Bandar Narkoba untuk memasarkan obat-obatan terlarang.

Berdasarkan data hasil Survey Nasional Penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, yang dilakukan oleh BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PUSLITKES UI) pada tahun 2017, prevalensi penyalahguna Narkoba pada kelompok pekerja adalah sebesar 59%.

Pekerja menjadi salah satu sasaran yang paling potensial untuk penyalahgunaan Narkoba.

Pekerja terutama yang berkerja di lapangan seperti teknisi memiliki kecenderungan untuk mengkonsumsi doping untuk menunjang beban kerja mereka yang cenderung menguras fisik.

Hal ini lah yang dimanfaatkan para bandar untuk memasarkan Narkoba pada pekerja dengan iming-iming sebagai obat dopping yang dapat membuat fisik lebih “prima”.

Oleh karena itu BNNK HSS menginisiasi melakukan kegiatan diseminasi yang bertujuan untuk membekali peserta dengan pengetahuan tentang narkoba.

M Faisal Sidiq, SE, MP selaku narasumber memaparkan bahaya narkoba, pencegahan narkoba, konsekuensi hukum, dan implementasi UU No 7 Tahun 2018 tentang golongan Narkotika baru yang salah satunya carisoprodol atau lebih dikenal pil zenith.

Dengan adanya Undang-undang ini, maka pil zenith yang selama ini sering disalahgunakan di Hulu Sungai Selatan, sekarang memiliki konsekuensi hukum yang berat layaknya jenis narkotika golongan I.

"Setelah kegiatan ini, kita berharap para peserta memiliki daya imun dan tangkal terhadap penyalahgunaan Narkoba, sehingga dapat melindungi dirinya dari penyalahgunaan Narkoba," kata Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNK HSS ini.

Selain itu diharapkan juga dapat menjadi penggiat-penggiat Anti Narkoba di keluarga dan lingkungannya.

Sehingga masyarakat HSS terbebas dari penyalahgunaan Narkoba.

Tak lupa BNNK HSS selalu mengajak peserta untuk berperan aktif melapor dan merangkul pencandu narkoba agar direhabilitasi di BNN maupun fasilitas kesehatan yang telah ditunjuk BNN guna merehabilitasi pecandu Narkoba hingga pulih.

Tempat tersebut diantaranya RSUD Brigjend H Hasan Bashri, RSUD Daha Sejahtera, Puskesmas Angkinang, dan Puskesmas Padang batung.

Kegiatan sosialisasi ini pun disambut antusias oleh Manager PLN Rayon Kandangan, Totong Sutisno.

Dia berharap kegiatan semacam ini agar dapat dilaksanakan kepada karyawan PLN lainnya, sehingga semua pekerja di PLN dapat melindungi dirinya dari godaan Narkoba. Mengingat karyawan PLN yang cukup banyak dan berpotensi untuk tergoda penyalahgunaan Narkoba. (AOL/*)

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved