Tajuk

Rakyat (Tak) Peduli Survei?

Hasilnya, yang kita ketahui lembaga-lembaga jejak pendapat masih ‘berpihak’ pada pasangan Joko Widodo yang mengungguli duet Prabowo-Sandiaga Uno.

Rakyat (Tak) Peduli Survei?
tribunwow.com
Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga Uno, Pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID - SUDAH hampir dua bulan kontes politik, resmi bergulir. Ada banyak warna ikut menyemarakkan perhelatan lima tahunan ini. Yang paling akrab dan terbilang dekat adalah survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga pemeraga jejak pendapat.

Sulit memang untuk mengatakan apakah lembaga-lembaga ini menjadi sebuah bagian dari sebuah tim kerja pasangan calon yang berkompetisi. Atau lembaga pesanan yang sengaja diminta melakukan survei –yang tentunya tidak cuma-cuma alias gratis! Toh, tidak sedikit dana yang memang harus dikeluarkan untuk menghasilkan sebuah data dari sebuah lembaga jejak pendapat.

Yang pasti, keberadaan lembaga survei menjadi sebuah keniscayaan dalam politik modern. Kehadiran lembaga jejak pendapat diperlukan karena memang bisa dijadikan tolak ukur performa setiap elite politik ketika ikut dalam sebuah kompetisi politik.

Beberapa waktu terakhir, banyak lembaga jejak pendapat yang meluncurkan hasil lacakan mereka melalui research yang diklaim telah sesuai dengan keilmuan. Hasilnya, memang sejauh ini, yang kita ketahui lembaga-lembaga jejak pendapat masih ‘berpihak’ pada pasangan Joko Widodo yang mengungguli duet Prabowo-Sandiaga Uno.

Sudah pasti benarkah hasil jejak pendapat itu? Tunggu dulu. Apa yang dihasilkan lembaga-lembaga jejak pendapat itu tentunya masih terlalu prematur bahwa itu nantinya benar-benar terbukti pada hari H (pemilihan). Bagaimanapun ukuran paling disukai atau paling populer dalam masalah kepemimpinan bangsa untuk saat belum memiliki kegunaan apapun bagi para pemilih.

Dengan kata lain, rakyat saat ini tidak begitu peduli dengan hasil survei siapapun yang menjadi presiden nanti, karena publik baru akan memutuskan hal itu di saat akhir atau menjelang pemilu nanti. Dalam bahasa sederhananya, untuk saat ini rakyat tidak peduli apapun kecuali memikirkan kehidupannya. Jadi, apapun konstelasi politik mengenai capres tidak akan berpengaruh pada saat ini.

Jadi, kalau boleh jujur, berbagai hasil survei itu sebagai sesuatu yang terlalu dini dilakukan. Apalagi tidak sedikit yang melihat survei itu tidak lebih dari sebuah pemaksaaan keadaan atau situasi yang belum pasti dengan realitasnya nanti.

Harus diingat kultur budaya masyarakat kita telah terbiasa untuk tidak mengasosiasi atau terhubung secara dekat terkait masalah politik pilpres dalam jangka waktu yang lama. Sebab, jika mereka intens untuk berdekatan dengan masalah ini, mereka sendiri yang nantinya akan merasakan luka.

Rakyat lebih melihat politik hanya urusan elite. Sementara ini para elit hanya membicarakan sesuatu yang sama sekali tidak menyentuh keadaan kongkret mereka saat ini, seperti persoalan pendidikan ataupun kesehatan –yang jujur faktanya masih sangat jauh dari harapan rakyat.

Sejatinya, rakyat sangat sopan untuk tetap membiarkan elite berkicau sedini ini, atau dalam bahasa lainnya sebelum subuh tapi burung sudah berkicau. Padahal, rakyat terganggu tidurnya. Tapi, ya rakyat pun akhirnya hanya bisa berkata...ya sudahlah.

Yang jelas, kita menangkap panggung politik memang sengaja dibuat riuh agar rakyat bisa melihat siapa sebenarnya yang paling pas buat lima tahun ke depan. Di sisi lain, rakyat juga sengaja dipaksa untuk menerima sesuatu yang sebenarnya mereka belum siap untuk menentukan pilihan. Dan, inilah yang kita bisa lihat hasil survei dari lembaga jejak pendapat.

Dengan kata lain, suka dan tidak suka bukanlah menjadi teritorial emosi politik rakyat untuk saat ini. Rakyat kini masih dihadapi realitas dimana begitu banyak persoalan kehidupan yang masih belum dirasakan secara merata. Dan, kepuasan itu adalah kenisbian yang hanya bisa dirasakan dan dinikmati ketika rakyat merasakan secara lahir dan batin. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved