Pesawat Lion Air Hilang Kontak

Pesawat Lion Air JT 610 Pernah Mampir Bandara Syamsudin Noor untuk Penerbangan ke Surabaya

Lebih jauh kata Edwar Sirait, pesawat Lion Air JT 610 jatuh setelah mengudara selama sekitar 13 menit.

Pesawat Lion Air JT 610 Pernah Mampir Bandara Syamsudin Noor untuk Penerbangan ke Surabaya
BPost Cetak
bpost

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Lebih jauh kata Edwar Sirait, pesawat Lion Air JT 610 jatuh setelah mengudara selama sekitar 13 menit.

"Penerbangan Lion Air dengan JT 610 take off pada pukul 06.20 dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang setelah 13 menit mengudara," ujar dia di Gedung Lion Air Operation Center, Jalan Marsekal Surya Darma No 44, Selapajang Jaya, Neglasari, Kota Tangerang.

Setelah 13 menit mengudara, sebut dia, tidak ada komunikasi lagi antara awak pesawat dengan tower maupun operation center Lion Air.

"Kemudian kami menerima informasi dari pihak-pihak lain, saya enggak bisa menyebutkan bahwa mereka melihat ada sesuatu benda di Pantai Karawang dengan koordinat barat 549 poin 052 dan timur 107 poin 6568 kurang lebih di sekitar Karawang," katanya.

Baca: Maia Estianti dan Irwan Mussry Menikah, Ibunda: Semoga mendapat Mantu yang Baik Hati

Baca: Keenan Pearce dan Owner Miltie Bubble Bakal Jadi Speakers Seminar Creativepreneur 2018, Ayo Daftar

Baca: Identitas Penumpang Pesawat Lion Air JT 610 yang Ditemukan Dirilis Basarnas, Ini Rinciannya

Pesawat Lion Air mengangkut 178 penumpang dewasa, seorang anak, dan 2 orang bayi.

"Di dalam 178 (penumpang) itu ada juga 4 kru kami yang sedang training, 3 pramugari, satu engineer, 8 awak pesawat, 2 penerbang, satu instruktur kabin, pramugari, dan 5 awak kabin yang aktif ikut dalam penerbangan tersebut," ujar Edward.

Pilot pesawat Lion Air JT 610 disebutkan telah memiliki jam terbang tinggi.

Pesawat diterbangkan Kapten Pilot bernama Bhavye Suneja bersama Kopilot Harvino.

Lima pramugari adalah Shintia Melina (pramugari senior), Citra Novita Anggelia, Alfiani Hidayatul Solikah, Fita Damayanti Simarmata dan Mery Yulyanda.

"Pesawat ini dikomandoi oleh captain pilot Suneja dan copilot Harvino. Kapten penerbang ini mempunyai 6.000 jam terbang dan sudah sering membawa jenis pesawat ini," ujar Edward Sirait.

Dia berujar, pesawat jenis itu pernah diterbangkan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Edward menyebut, pesawat jenis itu pernah diterbangkan dari Manado di Sulawesi Utara menuju China.

"Kopilotnya juga sudah kopilot senior dengan 5.000 lebih jam terbang, kurang lebih 5.100 jam terbang," lanjut dia.

Pesawat Lion Air JT 610 itu, ternyata belum seminggu ini take off dan landing di Bandara Syamsudin Noor.

"Pesawat itu kategori brand new, Tanggal 22 Oktober kemarin pesawat itu mampir ke Bandara Syamsudin Noor untuk jadi JT222 dan JT223," ungkap Adit Putra, Communication and Legal section head Bandara Syamsudin Noor kepada BPost, Senin siang.

"Jadi pesawat itu di Bandara Syamsudin Noor sebagai JT 222 Sub-BDJ dan JT 223 BDJ-Sub, ya penerbangan Surabaya Banjarmasin dan sebaliknya, dalam satu Minggu terakhir ini," imbuhnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved