Yayasan Adaro Bangun Negeri

Ratusan Pelajar Kalimantan Kerahkan Kemampuan Terbaik dalam Olimpiade Proyek Sains Adaro 2018

Ajang Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) kembali digelar untuk yang ke-enam kalinya, kompetisi yang rutin diselenggarakan

Ratusan Pelajar Kalimantan Kerahkan Kemampuan Terbaik dalam Olimpiade Proyek Sains Adaro 2018
YABN
Ajang Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) kembali digelar untuk yang ke-enam kalinya, kompetisi yang rutin diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) ini semarak diikuti ratusan siswa-siswi tingkat SD dan SMP dari penjuru Kalimantan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Ajang Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) kembali digelar untuk yang ke-enam kalinya, kompetisi yang rutin diselenggarakan oleh Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) ini semarak diikuti ratusan siswa-siswi tingkat SD dan SMP dari penjuru Kalimantan.

Bertempat di auditorium Tabalong Islamic Center pada Sabtu dan Minggu (27-28/10) riuh semangat peserta terlihat dari bagaimana mereka mempersiapkan dan menjelaskan proyek penelitian yang ditampilkan di masing-masing booth pamerannya.

Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA)
Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) (YABN)

OPSA sendiri merupakan ajang kompetisi bagi pelajar yang ditujukan untuk membuat inovasi baru dalam memecahkan permasalahan ringan hingga kompleks dalam kehidupan sehari-hari manusia melalui proyek penelitian bidang sains.

Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA)
Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) (YABN)

Sebanyak 60 kelompok SD dan SMP yang telah lolos seleksi menampilkan eksperimen sainsnya, beragam judul dan model kerja dasar ditampilkan dalam kompetisi diantaranya; Robot Pemamah Sampah, Kapal Bebas Emisi Karbon, Cermin Seribu Bayangan dan masih banyak lagi, namun hanya 20 kelompok terbaik yang dipilih dari masing-masing kategori yang dapat lolos mempresentasikan hasil penelitiannya kepada juri.

Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA)
Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) (YABN)

Andi Muhammad dan Issa Pratama peserta dari SDN 1 Tamiyang Layang, Barito Timur dengan proyek penelitian Kincir Angin menjadi salah satu finalis yang masuk dalam OPSA 2018.

Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA)
Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) (YABN)

Mereka menilai masih banyak daerah terpencil yang belum memiliki akses sumber listrik, sedangkan melimpahnya energy angin membuat mereka tertarik menciptakan pembangkit listrik tenaga angin untuk mengatasinya.

Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA)
Olimpiade Proyek Sains Adaro (OPSA) (YABN)

Dengan memanfaatkan bahan sederhana dan ide serta aplikasi yang mudah berhasil mengantarkan mereka berdua meraih Gold Medal untuk kategori SD.

Okty Damayanti, Division Head CSR PT. Adaro Energy mengungkapkan, program sains yang dijalankan oleh YABN ditujukan untuk mengembangkan keterampilan abad 21.

“Critical thinking, problem solving, kreatif, inovasi, kolaborasi dan komunikasi merupakan skill yang harus dimiliki anak-anak saat ini untuk menghadapi tantangan masa depan, oleh karena itu dengan kompetisi yang pertama kali di jalankan pada tahun 2013 ini diharapkan dapat membuka jalan dan menyiapkan generasi masa depan dengan cara seru dan lebih menyenangkan," katanya.

Selain berkompetisi, peserta OPSA mendapat kesempatan melakukan field trip ke beberapa perusahaan untuk mengetahui secara langsung proses kerja power plant pembangkit listrik tenaga uap milik PT Makmur Sejahtera Wisesa serta pengelolaan dan budidaya ternak sapi hingga pembuatan pupuk organik di PT Agri Multi Lestari.

Dalam area eksibisi pengunjung dimanjakan dengan sejumlah wahana menarik sebagai sarana wadah edukasi. Pengunjung akan dibawa menjelajah antariksa dan mengetahui proses terbentuknya bintang di wahana Planetarium mini yang tersedia, selain itu pengunjung berkesempatan membuat eksperimen sederhana di area mini lab serta mengetahui sistem pengoprasian robot di area robotik.

Ardianoor, Ketua pelaksana OPSA 2018 mengungkapkan, pelaksanaan Olimpiade Proyek Sains Adaro berlangsung sangat meriah, tahun ini tidak sekedar berkompetisi namun peserta dan pengunjung akan diajak mempelajari hal baru dari serangkaian kegiatan kunjungan lapangan dan wahana yang tersedia.

"Dengan demikian diharapkan semakin banyak anak Kalimantan yang tertarik untuk mempelajari dan menggali keseruan dunia sains yang begitu luas dan menyenangkan," ujarnya. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved