Kriminalitas HSS

Tangkap Ikan Pakai Alat Setrum, Warga Kandangan Diamankan Jajaran Polsek Simpur

Pelaku diamankan pada Sabtu, (27/10) sekitar pukul 14.00 WITA oleh anggota Polsek Simpur dibantu warga sekitar.

Tangkap Ikan Pakai Alat Setrum, Warga Kandangan Diamankan Jajaran Polsek Simpur
ist
Alat setrum ikan milik pelaku yang diamankan polisi 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Aksi kegiatan illegal fishing masih terjadi di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Tidak hanya di kawasan wilayah Daha, namun juga wilayah lainnya.

Aksi penyetruman ikan juga terjadi di Kecamatan Simpur, tepatnya di Desa Pantai Ulin akhir pekan tadi.
Seorang pelaku penyetruman dengan inisial SM (44) warga Jalan Bahalayung Desa Lungau Kecamatan Kandangan Kabupaten HSS terpaksa diamankan oleh aparat berwajib.

Pelaku diamankan pada Sabtu, (27/10) sekitar pukul 14.00 WITA oleh anggota Polsek Simpur dibantu dengan warga sekitar.

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kasubbag Humas IPTU Ghandi Ranu membenarkan dengan diamankan pelaku penyetruman.

Baca: Prediksi Susunan Pemain Persipura vs Persebaya Jelang Live Streaming Indosiar Liga 1 2018

"Pelaku diamankan saat melakukan aksi penyetruman di Rai 4 Desa Pantai Ulin," katanya, Selasa, (30/10).

Saat diamankan, pelaku sudah berhasil menangkap ikan gabus yang disimpan dalam keranjang bambu.

"Pelaku hanya bisa pasrah saat diamankan. Termasuk barang bukti yang digunakan pelaku seperti seperangkat alat setrum ikan, tempat menaruh ikan hasil setrumnya dan ikan hasil setrumnya," bebernya.

Penangkapan pelaku, berawal dari informasi masyarakat bahwa ada masyarakat yang menangkap ikan menggunakan alat setrum.

Selanjutnya anggota polsek simpur yang berjumlah empat personel bersama sejumlah masyarakat mendatangi lokasi pelaku melakukan penyetruman ikan.

Baca: Susul Madura United, Arema FC Kirim Pesan Belasungkawa bagi Korban Tragedi Pesawat Lion Air JT 610

"Pelaku yang sedang menangkap ikan mengunakan alat setrum langsung diamankan oleh anggota yang dibantu masyarakat," lanjutnya.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah berada di Polsek Simpur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaku bakal dijerat pasal 84 ayat 1 UU RI No 45 tahun 2009 tentang perubahan atas UU No 31 tahun 2004 tentang perikanan. Dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda 1,2 miliar. (Rian).


Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved