Berita Tanahbumbu

Karhutla di Tanahbumbu Capai 72 Hektare, 2 Aplikasi Berbasis Android Dibuat BPBD Tanahbumbu

Musim kemarau di Kabupaten Tanahbumbu hingga Rabu (31/10/18) sudah mencapai 72 hektare lahan dan hutan yang terbakar.

Karhutla di Tanahbumbu Capai 72 Hektare, 2 Aplikasi Berbasis Android Dibuat BPBD Tanahbumbu
isti Rohayanti
ilustrasi/ Tim Satgas Karhutla Kabupaten Banjar terus mencoba memadamkan kebakaran lahan yang berlangsung di Tahura, Mandiangin hingga malam. Kebakaran tersebut diperkirakan berlangsung sejak pukul 11.00 wita, Minggu (23/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Musim kemarau di Kabupaten Tanahbumbu hingga Rabu (31/10/18) sudah mencapai 72 hektare lahan dan hutan yang terbakar. 

Itu terjadi di 10 Kecamatan di Kabupaten Tanahbumbu. Kebakaran hutan dan lahan ini bisa terjadi karena ada pembakaran dan kesalahan membuang puntung rokok sembarang sebelum dimatikan dengan benar.

Kebakaran lahan dan hutan itu terbilang menurun dari tahun sebelumnya. Meski begitu, penanggulangan harus tetap digencarkan agar di wilayah Tanbu bisa meminimalisir terjadinya bencana.

Sebab itu, jajaran BPBD Kabupaten Tanahbumbu memberikan sosialisasi Peraturan Bupati Tanahbumbu nomor 47 tahun 2018 tentang standar pelaksanaan pencegahan, penanganan dan pemulihan bencana daerah (KIPAPANA).

Baca: Jadwal Terbaru dan Lokasi Tes SKD CPNS 2018 Kemendikbud di 4 Daerah, Tak via sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal Liga Champion Matchday 4 : Juventus vs Man United, Inter Milan vs Barcelona

Baca: Ada Burung dan Gunung di Logo Hari Jadi HST Ke-59, Simbol Kelestarian Meratus dan Penolakan Tambang?

"Ini standar pra bencana dan melibatkan stekholder untuk penanganannya. Aplikasi ini diciptakan saat mengikuti Diklat PIM II angkatan ke XIV tahun 2018. Aplikasi ini merupakan terobosan kami untuk penanggulangan bencana di Tanbu," kata Eryanto Rais, usai membuka sosialisasi di Kantor Kecamatan Bagulicin, Rabu (31/10/18).

"Ini merupakan salah satu inovasi yang di buat oleh BPBD Tanbu, dimana didalam aplikasi tersebut terdapat berbagai macam informasi tentang bencana serta penanggulangannya," katanya.

Proyek perubahan ini merupakan salah satu upaya untuk menggerakkan semua stakeholder terkait dalam hal melaksanakan penanganan bencana.

Semuanya meliputi pencegahan, penangangan dan pemulihan bencana serta memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi terkait dengan kebencanaan yang disajikan dalam bentuk aplikasi berbasis android.

Aplikasi ini terdiri dari dua macam yakni KIPAPANA dan messenger. Apliksi Kipapana messenger sebagai media informasi dalam bentuk group mesenger berbasis android dan aplikasi KIPAPANA adalah aplikasi diakses oleh semua masyarakat dengan tujuan penyebaran informasi terkait dengan kebencanaan.

Baca: Anak Punk Banjarmasin Diamankan di Kotabaru, Begini Komentar Kepala Satpol PP Kotabaru

Baca: Ini Panggilan Khusus Maia Estianty untuk Irwan Murssy Usai Keduanya Resmi Menikah di Tokyo

"Ini bisa diakses disemua melalui hp android dan melihat, melaporkan terkait bencana di Tanbu," katanya.

Untuk mendukung itu pula, saat ini Tanbu sudah memiliki Desa Tangguh Bencana. Ada empat desa yang tangguh bencana adalah Desa Kersik Putih, Gunung Tinggi, Sarigadung dan Desa Gunung Besar. Keempat desa ini sudahbterbentuk dan peralatan didukung langsung uleh BNPB pusat.

"Desa Tangguh bencana ini akan dibenfuk di 10 kecamatan sehingga semua desa tangguh dalam menghadapi bencana. Bila ada bencana semuanya bisa langsung diatasi tanpa menunggu dari BPBD Tanbu," katanya.

Pada penyampaian sosialisasi itu, pesertanya merupakan kepala desa dan tokoh masyarakat. Selain itu, pihak kecamatan juga terlibat agar semuanya siap dalam pencegahan bencana hingga pemulihan bencana.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved