Berita Tanahlaut

Korban Pencatutan Ujaran Kebencian Warga Desa Martadah Baru, Tanahlaut Ingin Besuk Pelaku

Korban pencatutan akun media sosial, Iwan Prasetiawan mengaku lega pelaku yang mencatut fotonya dan foto tunangannya, ditangkap polisi

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Korban pencatutan akun media sosial, Iwan Prasetiawan mengaku lega pelaku yang mencatut fotonya dan foto tunangannya, ditangkap polisi.

Korban mengaku sudah mengetahui pelaku ditangkap polisi dan setelah melihat foto pelaku tersebar itu merupakan teman satu kelas dengan tunangan korban bernama Putri dalam kegiatan belajar di kelas paket di Kota Banjarbaru.

"Padahal, tunangan saya itu selalu mengajak pelaku naik sepeda motor kalau pulang dari belajar paket. Ternyata tega berbuat demikian kepada saya dan tunangan saya," katanya dihubungi reporter Banjarmasinpost.co.id, Rabu (31/10/2018).

Baca: Maia Estianty Menikah dengan Irwan Mussry, Ibunda Maia Estianty: Kesabaran Berbuah Manis

Baca: Joki Tes SKD CPNS 2018 Ditangkap Polda Sulsel, Libatkan Dokter PNS Pelindo IV Bayaran Selangit

Baca: Kronologi Tuti Tursilawati TKI Majalengka Dieskekusi Mati Pemerintah Arab Saudi Tanpa Pemberitahuan

Baca: Penyebar Hoax yang Catut Nomor Menejerny Diciduk Polisi, Deddy Corbuzier: InI Info Buat Anak Alay

Warga Dusun 2 Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut ini mengaku kurang mengenal pelaku.

Sejak kasus akun itu, korban tinggal di Desa Nusaindah, Kecamatan Batibati bersama kakaknya.

Sejak Agustus 2018 lalu, korban heran akun media sosialnya viral dan merasa tidak pernah membuat status ujaran kebencian.

"Akun tunangan saya dan saya viral. Saya merasa akun kami seperti kena bajak. Makanya, saya ajak tunangan saya mendatangi Polres Banjar," katanya.

Korban berencana membesuk pelaku di Mapolda Kalsel, setelah mengunjungi orangtua pelaku di Kota Banjarbaru.

"Tunangan saya mengetahui rumah pelaku di Banjarbaru. Rencana hari ini kami ingin silaturrahmi dan melihat kondisi pelaku," katanya.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, pelaku yang mencemarkan nama baik korban, bernama Muhammad Sodikin (21) warga Kota Banjarbaru.

Pelaku menyebarkan konten ujaran kebencian dan sara ke media sosial jejaring facebook dan instagram hingga mengundang keresahan masyarakat dan warganet di Indonesia.

Kepala Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambangulang, Kabupaten Tanahlaut, Slamet Prayitno mengaku senang pelaku yang mencatut akun warganya dibekuk polisi.

"Saya sudah ketemu dengan korban saat konten ujaran kebencian itu viral. Kebetulan korban melintas di depan rumah, saya tanyai. Ternyata, Itu akun ketiga kali yang mencemarkan nama korban," katanya.

Slamet Prayitno mengaku khawatir warganya mengalami hal yang tidak diinginkan karena foto yang disebar pelaku. "Alhamdulillah, korban dan pacarnya sudah melapor ke Polres Banjar. Jadi warga saja itu sebetulnya korban juga," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved