Yayasan Adaro Bangun Negeri

YABN Bina Kelompok Tani untuk Wujudkan Masyarakat yang Mandiri Pasca Tambang

Perkembangan ekonomi nasional sejatinya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekomoni di daerah.

YABN Bina Kelompok Tani untuk Wujudkan Masyarakat yang Mandiri Pasca Tambang
YABN
Bersama Bupati Balangan H Ansharuddin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Di tengah semarak pertumbuhan ekonomi nasional ditambah dengan semakin menjamurnya bisnis startup di Indonesia, Price waterhouse Coopers (PwC) memprediksi Tahun 2030 Indonesia akan berada di peringkat 5 sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia dengan estimasi nilai GDP US$ 5.424 miliar.

Posisi tersebut akan menjadikan Indonesia masuk kedalam perekonomian big emerging market mengingat saat ini Indonesia telah menjadi salah satu negara dengan perekonomian kuat di Asia Tenggara.

Perkembangan ekonomi nasional sejatinya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan ekomoni di daerah.

Koperasi Sungai Kihung Lestari menjadi salah satu contoh roda penggerak perekonomian bagi masyarakat desa.

Sejak berdiri setahun yang lalu, koperasi serba usaha ini kini telah memiliki 4 unit usaha berupa jual beli bokar, simpan pinjam, pembibitan karet unggul dan yang terakhir produksi asap cair.

Dari sejumlah unit usaha yang dimiliki, koperasi yang beralamat di jalan Swarga, Desa Kalahiang kabupaten Balangan ini telah memiliki menghasilkan omset jutaan rupiah setiap bulannya dari unit usaha yang dijalankan.

Sebanyak 2.100 bibit okulasi bibit unggul telah dihasilkan. Begitupun dengan produksi asap cair sebanyak 1.000 liter sebagai bahan pengumpal bokar berkualitas tercatat telah diproduksi.

Arsyad, ketua Koperasi Sungai Kihung Lestari menjelaskan, sebelum terbentuk sebagai koperasi berbadan hukum, koperasinya merupakan kelompok petani karet yang tergabung dalam petani karet hamparan binaan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN).

“Dengan sejumlah pendampingan yang dilakukan mulai dari pelatihan okulasi bibit unggul, pelatihan pembukuan hingga pelatihan pembuatan asap cair kami juga didampingi dalam pembentukan koperasi hingga menjadi koperasi yang terdaftar dan berbadan hukum," ungkap Arsyad.

Kemudian lanjutnya, dari modal keterampilan hasil pendampingan dan pelatihan yang didapat, Arsyad dan pengurus koperasi lain membentuk unit usaha satu persatu hingga kini menjadi unit usaha yang dapat menambah penghasilan bagi anggotanya.

Halaman
12
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved