Berita Banjar

Paripurna DPRD Banjar Kembali Ditunda, Ketua Pansus Hak Angket Luapkan Kekecewaan

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar dengan agenda pemandangan akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap hasil hak angket kali ini kembali ditunda

Paripurna DPRD Banjar Kembali Ditunda, Ketua Pansus Hak Angket Luapkan Kekecewaan
banjarmasin post group/ hasby suhaily
Suasana Paripurna DPRD Kabupaten Banjar yang tidak memenuhi kuorum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA -  Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar dengan agenda pemandangan akhir fraksi-fraksi DPRD terhadap hasil hak angket kali ini kembali ditunda karena tidak memenuhi kuorum. Total anggota DPRD Banjar 45 orang, yang hadir hanya 21 orang, Kamis (1/11/2018).

Paripurna yang hanya dihadiri Asisten I Pemkab Banjar, Zainudin itu juga sempat molor selama satu setengah jam, baru digelar pukul 11.30 wita. Pimpinan DPRD yang hadir hanya Saidan Fahmi.

Akhirnya sidang Paripurna dengan agenda pandangan akhir fraksi-fraksi terhadap hak angket dijadwalkan kembali berbarengan dengan paripurna membahas APBD. Dengan harapan, anggota rapat memenuhi kuorum.

Ketua Panitia Khusus Hak Angket, H Akhmad Rozanie Himawan Nugraha mengaku kecewa Paripurna dengan agenda tersebut kembali batal digelar. Pansus angket sudah bekerja maksimal siang dan malam, ternyata saat pembahasan di Paripurna justru heran atas sikap teman-temannya anggota DPRD lainnya apakah mendukung proses angket ataukah tidak.

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta Liga 1 2018 Pekan 29

Baca: Si Kembar Bintang Timnas U-16 Bergabung, Begini Tanggapan Pelatih Barito Putera U-16

Baca: Pengumuman Jadwal dan Lokasi SKD Pendaftaran Kementerian Agama (Kemenag) CPNS 2018, sscn.bkn.go.id

Baca: Maia Estianty Unggah Momen Al, El dan Dul Menangis Terharu di Pernikahannya dengan Irwan Mussry

"Pansus bekerja siang malam justru membantu agar pemerintahan di Kabupaten Banjar berjalan baik. Bagi teman-teman yang tidak hadir hendaknya bersikap gentleman, artinya jangan tunda-tunda dan tunda lagi, hendaknya sampaikan pandangan fraksinya masing-masing, sehingga prosesnya bisa selesai, apakah diterima atau ditolak," katanya.

Menurutnya, Pansus sudah menggunakan anggaran hak angket sebaik-baiknya sesuai aturan, hanya saja tinggal anggota DPRD lainnya bagaimana menindaklanjutinya. Sedangakan kekhawatiran adanya pemakzulan terhadap Bupati Banjar, H Khalilurrahman sangatlah berlebihan, karena prosesnya masih sangat jauh.

Adapun temuan hak angket sudah jelas, diungkapkan pria yang akrab disapa H Jani itu, dugaan adanya jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Banjar serta penempatan mengisi posisi jabatan tidak sesuai dengan bidang keahliannya. Pihaknya sudah mengantongi bukti-bukti dan keterangan dari saksi-saksi.

H Jani menambahkan, jika menerima hasil hak angket maka tergantung kesepakatan bentuk sanksinya apakah diteruskan ke proses hukum, dan jika ditolak, maka tinggal bagaimana masyarakat yang menilai. Artinya kerja Pansus Hak Angket sudah selesai.(banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved