Berita Banjarmasin

Propam Akan Turun ke Tanahbumbu Terkait Laporan Warga Batulicin ke Hotman Paris

Pihaknya memohon waktu untuk menelusuri kronologis kejadian sebagaimana dilaporkan warga Batulicin ke pengacara Hotman Paris

Propam Akan Turun ke Tanahbumbu Terkait Laporan Warga Batulicin ke Hotman Paris
capture/instagram/hotmanparisofficial
Hotman Paris Instagram 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Adanya laporan satu warga Tanah Bumbu ke pengacara Hotman Paris di acara kopi Joni bahwa anaknya meninggal di penjara dan videonya muncul di instagram pengacara Hotman Paris, mendapat perhatian dari Kepolisian Daerah Polda Kalimantan Selatan.

Meski belum mengetahui kronologis pastinya kasusnya, pihak Polda Kalsel berjanji akan menindaklanjuti kasus ini.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Kalsel AKBP M Rifa'i kala dihubungi Sabtu (3/11/2018) malam.

Menurut Rifai untuk kronologis kasusnya sendiri pihaknya belum mengetahuinya secara pasti. Pihaknya memohon waktu untuk menelusuri kronologis kejadian sebagaimana dilaporkan warga Batulicin ke pengacara Hotman Paris tentang anaknya yang meninggal di tanahan Polsek Batulicin.

Baca: Live Streaming Trans7 - Live Streaming MotoGP Malaysia 2018 Sirkuit Sepang Dimas Ekky Main

Baca: Kapolres Tanahbumbu : Tuduhan yang Beredar di Video Hotman Paris Tidak Benar

Baca: Warga Asal Kabupaten Tanah Bumbu Adukan Kasus Anaknya yang Meninggal di Penjara pada Hotman Paris

Apakah pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalsel akan turun ke Kabupaten Tanah Bumbu untuk menyelidiki kasus ini? Rifa'i mengiyakan.

"Kalau memang betul ada kejadian tersebut pasti turun," papar Rifa'i ketika dikonfirmasi.

Kapolres Membantah

Kapolres Tanahbumbu AKBP Kus Subyantoro SiK membantah tuduhan di video instagram pengacara kondang Hotman Faris yang beredar lewat media sosial, dari seorang warga Tanahbumbu yang anaknya meninggal saat berada di dalam tahanan Polres Tanahbumbu. 

"Yang dilaporkan benar atas nama Hendri, tetapi apa yang dituduhkan di video itu tidak benar," kata AKBP Kus Subyantoro SiK yang dikonfirmasi via telepon, Sabtu (3/11/2018).

Secara terpisah, Kasat reskrim Polres Tanbu AKP Alfian Tri Permadi, menambahkan Hendri meninggal dunia saat berada di Puskesmas Batulicin. Residivis kasus pencurian dan penganiayaan ini sudah divisum dokter.

"Dokter sudah melakukan visum, dari visum luar tidak ada tanda kekerasan. Tapi diduga korban mengidam suatu penyakit. Saat itu dokter menyarankan diotopsi dan kami dari kepolisian juga menyarankan itu, tapi pihak keluarga menolak diotopsi dan menandatangani penolakan otopsi," katanya.

Sebab itu, semua tuduhan itu tidak benar adanya. Jajarannya masih mengharapkan, pelaku bisa diotopsi karena dari awal, pihak keluarga sudah menolak untuk otopsi.

Alfian juga menjelaskan, Hendri pelaku penjambretan melakukan aksinya selama 3 kali sehari saat dirinya ditangkap polisi dihari itu pada bulan September 2018.

Dua kali gagal melakukan penjambretan namun di aksi ketiganya berhasil melakukan penjambretan dengan menggunakan mobil hilux di Jalan Lingkar Batulicin. Jalan tersebut merupakan jalan yang lengang dan tidak terlalu padat pengendara.

"Kami sudah sesuai dengan SOP," katanya. (banjarmasinpost.co.id/irfani rahman)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved