Berita Banjar

Risiko Ini Bakal Terjadi Jika Petani Banjar Tak Laksanakan Tanam Dua Kali Setahun

Produksi padi di Kabupaten Banjar selama ini memang berlimpah sehingga daerah ini mampu surplus beras.

Risiko Ini Bakal Terjadi Jika Petani Banjar Tak Laksanakan Tanam Dua Kali Setahun
istimewa/ DINAS TPH BANJAR
Petani di Kabupaten Banjar semangat memaksimalkan usahatani padi mereka melalui gerakan tanam dua kali. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Produksi padi di Kabupaten Banjar selama ini memang berlimpah sehingga daerah ini mampu surplus beras.

Namun surplus beras tersebut hanya bakal bertahan hingga kurun waktu lima tahun mendatang. Jika upaya peningkatan produksi dan produktivitas tak terlaksana optimal, daerah ini terancam kekurangan beras.

Itu sebabnya, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Banjar saat ini menggencarkan program tanam dua kali kepada petani. "Tujuannya agar surplus beras di daerah ini bisa terus dipertahankan," ucap Kepala Dinas TPH Kabupaten Banjar HM Fachry, kemarin.

Upaya konkretnya antara lain melalui pemantapan program Banjar Sapa (batanam banih jajar legowo, sekali mawiwit dua kali panen).

Baca: Jadwal Siaran Langsung MotoGP Malaysia 2018 di Sirkuit Sepang LiveTrans 7, Marquez Nyaris Terjatuh

Baca: Kopaska Temukan Ban dan Benda Diduga Mesin Pesawat Lion Air JT 610 yang Jatuh

Baca: Pemain Ini Resmi Gantikan Saddil Ramdani di Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2018, Andik?

Baca: Kekhawatiran Peserta CPNS 2018 di Pemprov Kalsel Saat Tes SKD Sistem CAT di sscn.bkn.go.id

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 11 di RCTI - MNC TV Sabtu Malam Ini, Arsenal vs Liverpool!

Implementasinya yakni melakukan penanaman padi unggul dan lokal secara bersamaan di hamparan lahan yang sama.

Penyemaian dilaksanakan pada wakru yang hampir bersamaan. Ketika padi lokal masih dalam tahap proses pembesaran benih (teradak, lacak), padi unggul diintensiifkan penanamannya. Padi lokal disemai di sisi tepi lahan.

Ketika semaian bibit padi lokal mulai besar dan siap untuk ditanam, padi unggul yang berusia genjah telah berbunga dan berbuah (panen). "Nah, setelah padi unggul selesai dipanen, langsung dilanjutkan penanaman padi lokal," beber Fachry.

(banjarmasinpost.co.id/idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved