Serambi Ummah

5 Tradisi Tolak Bala Warga Banjar di Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan, Rabu Akhir di Bulan Safar

5 Tradisi Tolak Bala Warga Banjar di Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan, Rabu Akhir di Bulan Safar

5 Tradisi Tolak Bala Warga Banjar di Arba Mustakmir atau Rebo Wekasan, Rabu Akhir di Bulan Safar
ibrahim ashabirin
Ratusan warga Kampung Cangkring dan sekitarnya Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, menggelar acara tolak bala dengan cara berjalan kaki mengelilingi kampung, Rabu (10/10/2018) malam. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Di sebagian masyarakat Banjar, tradisi memperingati Arba Mustamir masih dilakukan hingga saat ini.

Arba Mustamir, istilah yang digunakan untuk menyebut hari Rabu terakhir di bulan Safar masih diyakini sebagian kalangan masyarakat sebagai hari yang sakral.

Konon ini adalah hari datangnya 320.000 bala, sumber penyakit dan marabahaya 20.000 bencana. Maka rata-rata upacara yang dilaksanakan pada hari ini adalah bersifat tolak bala.

Karenanya menjadi semacam kebiasaan sebagian bagi masyarakat Banjar untuk melakukan hal-hal tertentu untuk menghindari kesialan pada hari itu, misalnya;

1) Sholat sunnah mutlak disertai doa tolak bala,

2) Selamatan kampung, biasanya disertai dengan menulis wafak di atas piring kemudian dibilas dengan air, seterusnya dicampurkan dengan air di dalam drum supaya bisa dibagi-bagikan kepada orang banyak untuk diminum,

3) Mandi Safar untuk membuang sial, penyakit, dan hal-hal yang tidak baik. Mandi Safar ini menjadi atraksi wisata menarik di Kal-Teng yang dipromosikan. Mandi Safar ini merupakan tradisi masyarakat yang mendiami tepian sungai Mentaya,

4) Tidak melakukan atau bepergian jauh,

5) Tidak melakukan hal-hal yang menjadi pantangan, dan sebagainya.

Ratusan warga Kampung Cangkring dan sekitarnya Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, menggelar acara tolak bala dengan cara berjalan kaki mengelilingi kampung, Rabu (10/10/2018) malam.
Ratusan warga Kampung Cangkring dan sekitarnya Kecamatan Tapin Utara, Kabupaten Tapin, menggelar acara tolak bala dengan cara berjalan kaki mengelilingi kampung, Rabu (10/10/2018) malam. (ibrahim ashabirin)

Ambil contoh yang dilakukan sebagian masyarakat Tapin yang mengunjungi makam Datu Sanggul di Kecamatan Tapin Selatan pada Rabu (9/1/2012) lalu.

Banyaknya umat Islam mengunjungi Makam Datu Sanggul ini karena bertepatan dengan Arba Mustamir, yaitu hari Rabu terakhir Bulan Syafar yang bagi sebagian umat Islam diyakini sebagai hari sakral.

Umat Islam yang hadir di Makam Datu Sanggul itu mulai anak-anak, remaja bahkan puluhan PNS berbaju seragam turut hadir.

"Kami datang ke Makam Datu Sanggul ini berombongan sesama guru sekolah, sebab hari ini Arba Mustamir, kata orang Arba Mustamir ini bala diturunkan karena itu kami mengunjungi makam untuk menolak bala tersebut," jelas seorang PNS Tapin yang mengunjungi makam itu dikutip dari Bpost Online.

Sudah menjadi tradisi sebagian warga Tapin, setiap Arba Mustamir, mereka banyak mengunjungi makam, jelasnya lagi. (BANJARMASINPOST.co.id/rahmadhani)

Penulis: Rahmadhani
Editor: Restudia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved